Jumat, 26 Juli 2013

Tidak ada yang tahu persis sejak kapan kopi dijadikan bahan pencampur minuman oleh masyarakat manusia. Yang pasti harus diakui, manfaat dan mudharat tumbuhan yang mengandung zat aktif caffeine ini telah menjadi bahan kajian para ahli selama ratusan tahun.
Efek fisiologis (faal) caffeine
Caffeine (pada kopi), theobromine (pada kakao), dan theophyline (pada teh)diklasifikasikan sebagai senyawa stimulant, zat yang dapat menimbulkan rangsangan. Diantara ketiga-tiganya, caffeine adalah yang paling tinggi stimulant effect-nya.
1353770167918969631

Stimulant effects caffeine bisa timbul karena senyawa ini memiliki kemampuan merintangi sel-sel otak menerima adenosine, senyawa neuromodulator yang menimbulkan perilaku tenang/sabar (sedative). Perilaku/sensasi demikian disebutadenosine’s sedative effect.
Di bawah pengaruh neuromodulator adenosine itu sel-sel otak (saraf) berhenti memproduksi neurotransmitter, senyawa aktifator sel-sel saraf. Karena sifat caffeine yang berkebalikan dengan adenosine sedative’s effects itu maka jadilah caffeine sebagai zat perangsang atau stimulant.

Karena system saraf adalah system pengendali fungsi organ-organ tubuh maka zat-zat yang berpengaruh dapa sistem saraf, seperti caffeine ini, dapat pula berpengaruh pada fungsi beberapa organ tubuh lain..
Pada jantung, caffeine terbukti bisa meningkatkan denyut jantung. Pada system pergerakan caffeine diketahui dapat memacu kontraktilitas otot. Sedangkan pada saluran pencernaan caffeine terbukti dapat memicu produksi getah lambung.
Sensasi yang timbul
Karena fungsinya merangsang kerja saraf yang berdampak pada berubahnya kinerja organ-organ tubuh maka peminum kopi akan merasakan sensasi:
  • Berkurangnya rasa kantuk (efek pada saraf pusat);

  • Tekanan darah meningkat (efek pada jantung);
  • Berkurangnya rasa lelah/penat (efek pada otot);

  • Berkurangnya rasa lapar (efek pada lambung).
Karena kopi dapat menimbulkan sensasi-sensasi tersebut maka berkembanglah adagium (mitos?) di kalangan penikmat kopi: “Berkat kopi, isnpirasi, gairah, dan daya tahan (endurance) tubuh selalu tinggi”
Hmm…benarkah?
05.49 Smartvone
Tidak ada yang tahu persis sejak kapan kopi dijadikan bahan pencampur minuman oleh masyarakat manusia. Yang pasti harus diakui, manfaat dan mudharat tumbuhan yang mengandung zat aktif caffeine ini telah menjadi bahan kajian para ahli selama ratusan tahun.
Efek fisiologis (faal) caffeine
Caffeine (pada kopi), theobromine (pada kakao), dan theophyline (pada teh)diklasifikasikan sebagai senyawa stimulant, zat yang dapat menimbulkan rangsangan. Diantara ketiga-tiganya, caffeine adalah yang paling tinggi stimulant effect-nya.
1353770167918969631

Stimulant effects caffeine bisa timbul karena senyawa ini memiliki kemampuan merintangi sel-sel otak menerima adenosine, senyawa neuromodulator yang menimbulkan perilaku tenang/sabar (sedative). Perilaku/sensasi demikian disebutadenosine’s sedative effect.
Di bawah pengaruh neuromodulator adenosine itu sel-sel otak (saraf) berhenti memproduksi neurotransmitter, senyawa aktifator sel-sel saraf. Karena sifat caffeine yang berkebalikan dengan adenosine sedative’s effects itu maka jadilah caffeine sebagai zat perangsang atau stimulant.

Karena system saraf adalah system pengendali fungsi organ-organ tubuh maka zat-zat yang berpengaruh dapa sistem saraf, seperti caffeine ini, dapat pula berpengaruh pada fungsi beberapa organ tubuh lain..
Pada jantung, caffeine terbukti bisa meningkatkan denyut jantung. Pada system pergerakan caffeine diketahui dapat memacu kontraktilitas otot. Sedangkan pada saluran pencernaan caffeine terbukti dapat memicu produksi getah lambung.
Sensasi yang timbul
Karena fungsinya merangsang kerja saraf yang berdampak pada berubahnya kinerja organ-organ tubuh maka peminum kopi akan merasakan sensasi:
  • Berkurangnya rasa kantuk (efek pada saraf pusat);

  • Tekanan darah meningkat (efek pada jantung);
  • Berkurangnya rasa lelah/penat (efek pada otot);

  • Berkurangnya rasa lapar (efek pada lambung).
Karena kopi dapat menimbulkan sensasi-sensasi tersebut maka berkembanglah adagium (mitos?) di kalangan penikmat kopi: “Berkat kopi, isnpirasi, gairah, dan daya tahan (endurance) tubuh selalu tinggi”
Hmm…benarkah?

Fakta Bagaimana Teknologi Merubah Manusia

Jika kita menengok gaya hidup 10 atau 15 tahun kebelakang, tentulah jauh dibandingkan saat ini, dimana sehari-harinya kehidupan tidak bisa dijauhkan dari yang namanya internet dan gadget.

Teknologi memang dahsyat, dalam hanya satu dekade mampu merubah gaya hidup manusia 100%!
Berikut 7 fakta versi karikatur yang menggambarkan bagaimana teknologi telah merubah total kehidupan manusia dan alamnya!


1. Flat TV Versus Flat Body












2. Ngenet adalah real aktifitas





























3.  Playstation? Kenapa tidak

















Kenapa repot-repot main Bola? Kan ada PS!

4. Hukuman gak boleh keluar rumah? Asyik bisa maen PS seharian!




5. Ucapin ajah di Facebook, repot amat di rayain segala!
Waw, banyak temen yang ngucapin Ultah ke aku!

6. Google atau Tuhan, kek

Carilah jawabannya di Google nak

7.  Ngapain nanya guru? Kan gue bisa cari di internet kalau gak tau!


hormatilah gurumu nak!
05.41 Smartvone

Fakta Bagaimana Teknologi Merubah Manusia

Jika kita menengok gaya hidup 10 atau 15 tahun kebelakang, tentulah jauh dibandingkan saat ini, dimana sehari-harinya kehidupan tidak bisa dijauhkan dari yang namanya internet dan gadget.

Teknologi memang dahsyat, dalam hanya satu dekade mampu merubah gaya hidup manusia 100%!
Berikut 7 fakta versi karikatur yang menggambarkan bagaimana teknologi telah merubah total kehidupan manusia dan alamnya!


1. Flat TV Versus Flat Body












2. Ngenet adalah real aktifitas





























3.  Playstation? Kenapa tidak

















Kenapa repot-repot main Bola? Kan ada PS!

4. Hukuman gak boleh keluar rumah? Asyik bisa maen PS seharian!




5. Ucapin ajah di Facebook, repot amat di rayain segala!
Waw, banyak temen yang ngucapin Ultah ke aku!

6. Google atau Tuhan, kek

Carilah jawabannya di Google nak

7.  Ngapain nanya guru? Kan gue bisa cari di internet kalau gak tau!


hormatilah gurumu nak!

Selasa, 16 Juli 2013

Info:
http://www.imdb.com/title/tt2713324/
Release Date: 12 December 2012 (Indonesia)
Genre: Drama
Quality: HD 720p
Format: MKV
Size: 950 MB
Ratings: 8.4/10 from 90 users
Country: Indonesia
Language: Indonesia
Director: Rizal Mantovani
Writer: Donny Dhirgantoro
Starring: Herjunot Ali, Fedi Nuril, Pevita Eileen Pearce | See full cast and crew
Uploader: MorpHinz@indofiles.web.id
Subtitle: -

Sinopsis :
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.
Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.
Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.
'---------------
Download 1
Download 2
Download 3
Password : zhonreturn.blogspot.com
 
05.55 Smartvone

Info:
http://www.imdb.com/title/tt2713324/
Release Date: 12 December 2012 (Indonesia)
Genre: Drama
Quality: HD 720p
Format: MKV
Size: 950 MB
Ratings: 8.4/10 from 90 users
Country: Indonesia
Language: Indonesia
Director: Rizal Mantovani
Writer: Donny Dhirgantoro
Starring: Herjunot Ali, Fedi Nuril, Pevita Eileen Pearce | See full cast and crew
Uploader: MorpHinz@indofiles.web.id
Subtitle: -

Sinopsis :
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.
Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.
Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.
'---------------
Download 1
Download 2
Download 3
Password : zhonreturn.blogspot.com
 
Amit Virmani bicara tentang surga para gigolo, dan saya teringat Rabiah Adawiyah.
Suatu ketika, sufi perempuan yang hidup di Basrah, Irak, ini berlalu-lalang di pasar sembari menenteng seikat kayu bakar dan seember air.
“Wahai Rabiah, apa yang hendak kamu lakukan dengan kayu dan air itu?” tanya seseorang.
Sambil meninggikan intonasi suaranya, Rabiah menjawab, ”Akan kugunakan kayu ini untuk membakar surga dan akupakai air ini untuk mengguyur neraka, agar orang-orang beribadah tidak mengharapkan surga dan menghindari neraka, tetapa semata-mata karena Allah.”
Rabiah menggetarkan dunia melalui kalimatnya itu 13 abad silam. Hari-hari ini, di belahan bumi lain yang tak pernah dipijaknya, muncul debat konyol: apakah Bali itu Firdaus atau Jahanam?
Meski Steven & Coconut pernah mempopulerkan lagu “Welcome to My Paradise” dengan latar belakang Bali, harus diakui, gugatan mengenai ke-Firdaus-an Bali baru mengemuka belakangan ketika muncul film “Cowboys in Paradise”.
Sutradara film tersebut, Amit Virmani, menggugat imej positif Bali sebagai tempat wisata eksotik. Melalui film yang dibuat dua tahun lalu itu, pria Singapura ini justru menghadirkan sisi erotik. Bali digambarkannya sebagai surga para gigolo.
“Apa bedanya gigolo dengan pelacur laki-laki?” temanku penasaran.
Saya tak tahu persis. Tetapi yang jelas, di mata Amit Virmani, tak sedikit pemandu wisata di Bali merangkap menjadi gigolo sehingga perlu disinisi. Rupanya dia merasa perlu menjungkirbalikkan anggapan turis internasional bahwa Bali adalah Land of Paradise.
Sesungguhnya, bila kita mau membuka halaman-halaman kitab suci kita, Firdaus atau Paradise bukanlah tempat sembarangan. Ia adalah suatu tempat teduh di mana pohon-pohon tumbuh hijau nan rindang, dengan air yang melimpah, bahkan kolam susu tersedia di situ.
Kitab suci mengisahkan Adam terusir dari tempat maha elok itu gara-gara terpukau oleh keelokan yang lain. Kemolekan tubuh Eva, sebagaimana digambarkan dengan mempesona oleh Ayu Utami dalam novel “Saman”, membangkitkan birahi Adam. Mereka kepergok, tertangkap basah, lalu ditendang hingga terpelanting ke dunia yang fana ini.
Pada narasi yang diceritakan turun-temurun itu, Eva tak kalah hina dari Evil. Kaum perempuan dianggap iblis durjana yang mencelakakan kaum lelaki. Meminjam bahasa almarhum Benyamin Sueb, “perempuan adalah biang kerok”.
Tapi Amit Virmani punya narasi sebaliknya. Di Firdaus bernama Bali, iblis itu menyosok dalam diri lelaki. Mereka adalah para gigolo yang menawarkan persetubuhan untuk memuaskan birahi para perempuan pelancong—baik dengan imbalan dollar maupun tidak.
Andai Rabiah Adawiyah masih hidup, dan dia tinggal di Pulau Dewata, mungkin dia akan menyempatkan diri berlalu lalang di Pantai Kuta. Tangan kanannya menjinjing buku “Saman” dan tangan kirinya menggamit DVD “Cowboys in Paradise”. Kepada orang-orang yang berpapasan dengannya, Rabiah mungkin akan menyeru, “Pilih Surga Jahanam atau Neraka Firdaus?”
Dan orang-orang melongo, sebagaimana saya bengong setelah menulis artikel ini, dan Anda menggaruk-garuk jidat karena ada sesuatu yang seakan merayap di kening Anda….
05.23 Smartvone
Amit Virmani bicara tentang surga para gigolo, dan saya teringat Rabiah Adawiyah.
Suatu ketika, sufi perempuan yang hidup di Basrah, Irak, ini berlalu-lalang di pasar sembari menenteng seikat kayu bakar dan seember air.
“Wahai Rabiah, apa yang hendak kamu lakukan dengan kayu dan air itu?” tanya seseorang.
Sambil meninggikan intonasi suaranya, Rabiah menjawab, ”Akan kugunakan kayu ini untuk membakar surga dan akupakai air ini untuk mengguyur neraka, agar orang-orang beribadah tidak mengharapkan surga dan menghindari neraka, tetapa semata-mata karena Allah.”
Rabiah menggetarkan dunia melalui kalimatnya itu 13 abad silam. Hari-hari ini, di belahan bumi lain yang tak pernah dipijaknya, muncul debat konyol: apakah Bali itu Firdaus atau Jahanam?
Meski Steven & Coconut pernah mempopulerkan lagu “Welcome to My Paradise” dengan latar belakang Bali, harus diakui, gugatan mengenai ke-Firdaus-an Bali baru mengemuka belakangan ketika muncul film “Cowboys in Paradise”.
Sutradara film tersebut, Amit Virmani, menggugat imej positif Bali sebagai tempat wisata eksotik. Melalui film yang dibuat dua tahun lalu itu, pria Singapura ini justru menghadirkan sisi erotik. Bali digambarkannya sebagai surga para gigolo.
“Apa bedanya gigolo dengan pelacur laki-laki?” temanku penasaran.
Saya tak tahu persis. Tetapi yang jelas, di mata Amit Virmani, tak sedikit pemandu wisata di Bali merangkap menjadi gigolo sehingga perlu disinisi. Rupanya dia merasa perlu menjungkirbalikkan anggapan turis internasional bahwa Bali adalah Land of Paradise.
Sesungguhnya, bila kita mau membuka halaman-halaman kitab suci kita, Firdaus atau Paradise bukanlah tempat sembarangan. Ia adalah suatu tempat teduh di mana pohon-pohon tumbuh hijau nan rindang, dengan air yang melimpah, bahkan kolam susu tersedia di situ.
Kitab suci mengisahkan Adam terusir dari tempat maha elok itu gara-gara terpukau oleh keelokan yang lain. Kemolekan tubuh Eva, sebagaimana digambarkan dengan mempesona oleh Ayu Utami dalam novel “Saman”, membangkitkan birahi Adam. Mereka kepergok, tertangkap basah, lalu ditendang hingga terpelanting ke dunia yang fana ini.
Pada narasi yang diceritakan turun-temurun itu, Eva tak kalah hina dari Evil. Kaum perempuan dianggap iblis durjana yang mencelakakan kaum lelaki. Meminjam bahasa almarhum Benyamin Sueb, “perempuan adalah biang kerok”.
Tapi Amit Virmani punya narasi sebaliknya. Di Firdaus bernama Bali, iblis itu menyosok dalam diri lelaki. Mereka adalah para gigolo yang menawarkan persetubuhan untuk memuaskan birahi para perempuan pelancong—baik dengan imbalan dollar maupun tidak.
Andai Rabiah Adawiyah masih hidup, dan dia tinggal di Pulau Dewata, mungkin dia akan menyempatkan diri berlalu lalang di Pantai Kuta. Tangan kanannya menjinjing buku “Saman” dan tangan kirinya menggamit DVD “Cowboys in Paradise”. Kepada orang-orang yang berpapasan dengannya, Rabiah mungkin akan menyeru, “Pilih Surga Jahanam atau Neraka Firdaus?”
Dan orang-orang melongo, sebagaimana saya bengong setelah menulis artikel ini, dan Anda menggaruk-garuk jidat karena ada sesuatu yang seakan merayap di kening Anda….

Bisakah Manusia Membunuh Iblis dan Keturunannya?!

Bismillahirrahmanirrahim….
Alhamdulillahirabbal’alamin, syukur alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, hari ini Engkau masih memberi napas kehidupan kepadaku, masih memberi nikmat keutuhan fisik tak ada kekurang apapun dalam diriku, masih memberikan nikmat kesehatan padaku, dan segala kenikmatan dari-Mu yang sesungguhnya tidak bisa diukur dan dihitung dengan apapun dan sesuatupun. Hanya Kepada-Mu lah aku bersyukur dan menyerahkan diri. Itulah suara-suara dalam hati dan benakku tatkala bangun dari tidur.
Pagi ini, di hari ini, setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Kugerakkan seluruh kemampuan kesadaranku untuk melakukan ibadah yang lain, yakni membaca Al-Qur’an. Kupaksa melawan rasa kantuk yang menyerang dan dinginnya udara.
Alhamdulillah, setelah selesai membaca ayat suci Al-Qur’an, kemudian kulanjutkan dengan membaca terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Menurutku, ini sangat penting untuk dilakukan, karena Al-Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, sehingga bagi orang sepertiku yang bukan dilahirkan di bumi kinanah tersebut, tentu saja aku tidak bisa mengetahui dan mengerti isi dan maksud yang telah termaktub dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an, tanpa membaca terjemahan bahasa yang bisa kumengerti (bahasa Ibu), yakni Bahasa Indonesia. Itu juga berlaku untuk yang lainnya, siapa pun itu (dalam hal ini umat manusia). Sungguh beruntunglah orang-orang yang bisa menguasai Bahasa Arab dan orang-orang yang hafal Al-Qur’an beserta isinya. Semoga Allah SWT menambahkan derajat orang-orang tersebut dan selalu memberikan hikmah-Nya pada mereka.
Adapaun Surah Al-Qur’an yang  kubaca pagi ini adalah surah Al-A’araf ayat 1-27. Sebelumnya, agar untuk diketahui,  Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka. [Sumber]
Ketika membaca terjemahannya, sambil mencoba men-tadabbur-kannya sendiri (sembari berdo’a, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan penerangan-Nya padaku, dan agar terhindar dari pemikiran dan pengartian yang salah sehingga menjadi sesat). Dan, perlu untuk diketahui, Tadabur Al-Quran adalah perenungan dan pencermatan ayat-ayat Al-Quran untuk tujuan difahami, diketahui makna-maknanya, hikmah-hikmahnya serta maksudnya (maksud firman Allah kepada hamba-hamba-Nya -red). [Informasi selengkapnya, bisa lihat di sini dan sini]
Dalam proses pemahaman dan pen-tadabbur-an terhadap terjemahan Surah Al-A’raf yang telah saya baca tersebut. Ada ayat yang telah memberikan sebuah pemikiran dan input informasi yang menjadi perenungan dan rasa keingintahuan yang saya rasakan.
Adapaun ayat yang saya maksudkan tersebut, Saya tuliskan kembali di sini, dari Al-Qur’an yang saya miliki.
” Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” ” [Q.S Al-A'raf : 13]
“Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka di bangkitkan.” ” [Q.S Al-A'raf : 14]
” Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” [Q.S Al-A'raf : 15]
” Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” ” [Q.S Al-A'raf : 16-17]
” Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, maka benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” ” [Q.S Al-A'raf : 18]
Di ayat yang saya tuliskan tersebut [Q.S Al-A'raf : 13-18], merupakan dialog yang terjadi antara Allah SWT dengan Iblis. Dimana, kejadian itu terjadi saat Iblis disuruh untuk sujud (menghormati) Adam AS . Namun, karena kesombongannya, Iblis tidak mau mematuhi perintah Allah SWT sehinga dia diusir dari syurganya Allah SWT. Dan, karena Iblis telah diusir dan dihukum oleh Allah SWT sehingga menjadi sesat, lalu Iblis pun bertekad akan terus menggoda manusia (keturunan Adam AS) di bumi sampai hari kiamat tiba.  Kurasa, kisah (informasi) ini telah kita ketahui bersama, bahkan sedari kita kecil (itu menurut anggapan saya).
Nah, ada yang perlu untuk dicermati, coba perhatikan terjemahan ayat ke-14 Q.S Al-A’raf . Di ayat tersebut, dijelaskan bahwa iblis memohon kepada Allah SWT agar diberi tangguh (untuk kehidupannya) sampai hari pembangkitan (hari kiamat) itu tiba. Artinya, disini Iblis meminta kepada Allah SWT agar diberi umur panjang/abadi (menurut pemikiranku) sampai hari kiamat itu tiba. Dan, dalam ayat selanjutnya, Allah SWT memenuhi permintaan Iblis tersebut—Iblis diberi umur panjang (abadi) sampai hari kiamat tiba.
Selain itu, di ayat ke-14 Q.S Al-A’raf tersebut, ternyata ada keterangan tambahan (catatan kaki) yang menjelasakannya. Berikut saya tulis kembali dari Al-Qur’an yang saya miliki.
Maksudnya : Janganlah saya (Iblis) dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.
Menurut analisis dan pemikiran saya, itu berarti Iblis dan keturunannya telah diberikan usia panjang (abadi) oleh Allah SWT sampai hari kiamat tiba. Nah, pernyataan kritis saya adalah kalau Iblis dan keturunannya diberi “anugerah” oleh Allah SWT, yakni umur panjang (abadi) sampai hari kiamat itu tiba. Itu berarti sampai dengan hari ini, jumlah keturunan iblis telah beranak pinak dan sangat besar jumlahnya di dunia ini. Padahal, jumlah manusia saja sampai dengan sekarang sudah sangat banyak, yakni hampir mencapai 7 milyar jiwa. Tetapi, saya rasa jumlah Iblis dan keturunannya berkali-kali lipat dari jumlah manusia yang ada di bumi sekarang ini. Itu karena Iblis telah beranak pinak dan diberi usia yang panjang (abadi) oleh Allah SWT sampai dengan hari kiamat tiba. Berarti (menurut hemat saya), bahwa hanya terjadi pertambahan/peningkatan jumlah mereka (Iblis/setan) tanpa diiringi dengan pengurangan/kematian mereka (Iblis/setan). Dan artinya, grafik pertumbuhan mereka (iblis/setan) adalah ke atas, yakni terus mengalami peningkatan.
Wow… Benarkah demikian adanya?! Saya pernah memperoleh informasi dari orang lain yang memiliki kemampuan spritual (batin) yang tinggi, katanya bumi (dunia) ini sudah sangat gelap sekali dipenuhi setan-setan (iblis) yang  terus tumbuh beranak pinak. Dan, itu belum ditambah dengan keberadaan makhluk ghaib selain setan (iblis) yang Allah ciptakan, yakni bangsa Jin.
Lalu, yang menjadi pertanyaan penting saya adalah, benarkah Iblis dan keturunannya (setan) tidak bisa mati sampai hari kiamat tiba? Benarkah iblis dan keturunannya itu tidak bisa dibunuh? Bisakah kita (ras manusia) membunuh iblis dan keturunannya, yang jelas-jelas keberadaanya membawa petaka dan menyesatkan?! Jika iblis dan keturunnanya bisa dibunuh, bagaimana cara membunuh mereka?!
Itulah, beberapa pertanyaan yang ada di benak dan pikiran saya sekarang, dan saya akan mencoba mencari tahu informasi ini kepada orang yang benar-benar ahli di bidangnya (dalam hal ini mereka yang mempunyai pengetahuan agama yang dalam). Saya juga akan berusaha mencari tahu informasinya mengenai hal ini dari bahan bacaan terkait (buku, majalah, internet). Semoga saya bisa menemukan jawabannya. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberikan saya pencerahan dan pengetahuan dari ayat-ayatMu sehingga membuat saya merenung, berfikir, mencari tahu, dan menganalisnya sebagai bagian untuk lebih mengingatMu dan bertakwa kepadaMu selalu. Karena saya yakin, Engkau akan meninggikan derajat orang-orang yang berfikir dan akan memberi jalan serta hikmah kepada mereka yang mau berfikir dalam menemukan kebenaran sejati dariMu.
Karena itu, adakah para pembaca (kompasianer) yang dapat memberikan pandangan, opini, jawaban, dan pengetahuannya kepada saya seputar pertanyaan-pertanyaan saya itu. Jika berkenan, mohon penjelasan dan pemaparannya.
Maha benar Allah dengan segala FirmanNya
Terima kasih banyak
Wassalam
———————————
Salam Berfikir, Mencari Kebenaran dan bukan Pembenaran
[CV]....http://agama.kompasiana.com/2010/12/28/bisakah-manusia-membunuh-iblis-dan-keturunannya-328003.html
05.19 Smartvone

Bisakah Manusia Membunuh Iblis dan Keturunannya?!

Bismillahirrahmanirrahim….
Alhamdulillahirabbal’alamin, syukur alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, hari ini Engkau masih memberi napas kehidupan kepadaku, masih memberi nikmat keutuhan fisik tak ada kekurang apapun dalam diriku, masih memberikan nikmat kesehatan padaku, dan segala kenikmatan dari-Mu yang sesungguhnya tidak bisa diukur dan dihitung dengan apapun dan sesuatupun. Hanya Kepada-Mu lah aku bersyukur dan menyerahkan diri. Itulah suara-suara dalam hati dan benakku tatkala bangun dari tidur.
Pagi ini, di hari ini, setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Kugerakkan seluruh kemampuan kesadaranku untuk melakukan ibadah yang lain, yakni membaca Al-Qur’an. Kupaksa melawan rasa kantuk yang menyerang dan dinginnya udara.
Alhamdulillah, setelah selesai membaca ayat suci Al-Qur’an, kemudian kulanjutkan dengan membaca terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Menurutku, ini sangat penting untuk dilakukan, karena Al-Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, sehingga bagi orang sepertiku yang bukan dilahirkan di bumi kinanah tersebut, tentu saja aku tidak bisa mengetahui dan mengerti isi dan maksud yang telah termaktub dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an, tanpa membaca terjemahan bahasa yang bisa kumengerti (bahasa Ibu), yakni Bahasa Indonesia. Itu juga berlaku untuk yang lainnya, siapa pun itu (dalam hal ini umat manusia). Sungguh beruntunglah orang-orang yang bisa menguasai Bahasa Arab dan orang-orang yang hafal Al-Qur’an beserta isinya. Semoga Allah SWT menambahkan derajat orang-orang tersebut dan selalu memberikan hikmah-Nya pada mereka.
Adapaun Surah Al-Qur’an yang  kubaca pagi ini adalah surah Al-A’araf ayat 1-27. Sebelumnya, agar untuk diketahui,  Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka. [Sumber]
Ketika membaca terjemahannya, sambil mencoba men-tadabbur-kannya sendiri (sembari berdo’a, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan penerangan-Nya padaku, dan agar terhindar dari pemikiran dan pengartian yang salah sehingga menjadi sesat). Dan, perlu untuk diketahui, Tadabur Al-Quran adalah perenungan dan pencermatan ayat-ayat Al-Quran untuk tujuan difahami, diketahui makna-maknanya, hikmah-hikmahnya serta maksudnya (maksud firman Allah kepada hamba-hamba-Nya -red). [Informasi selengkapnya, bisa lihat di sini dan sini]
Dalam proses pemahaman dan pen-tadabbur-an terhadap terjemahan Surah Al-A’raf yang telah saya baca tersebut. Ada ayat yang telah memberikan sebuah pemikiran dan input informasi yang menjadi perenungan dan rasa keingintahuan yang saya rasakan.
Adapaun ayat yang saya maksudkan tersebut, Saya tuliskan kembali di sini, dari Al-Qur’an yang saya miliki.
” Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” ” [Q.S Al-A'raf : 13]
“Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka di bangkitkan.” ” [Q.S Al-A'raf : 14]
” Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” [Q.S Al-A'raf : 15]
” Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” ” [Q.S Al-A'raf : 16-17]
” Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, maka benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” ” [Q.S Al-A'raf : 18]
Di ayat yang saya tuliskan tersebut [Q.S Al-A'raf : 13-18], merupakan dialog yang terjadi antara Allah SWT dengan Iblis. Dimana, kejadian itu terjadi saat Iblis disuruh untuk sujud (menghormati) Adam AS . Namun, karena kesombongannya, Iblis tidak mau mematuhi perintah Allah SWT sehinga dia diusir dari syurganya Allah SWT. Dan, karena Iblis telah diusir dan dihukum oleh Allah SWT sehingga menjadi sesat, lalu Iblis pun bertekad akan terus menggoda manusia (keturunan Adam AS) di bumi sampai hari kiamat tiba.  Kurasa, kisah (informasi) ini telah kita ketahui bersama, bahkan sedari kita kecil (itu menurut anggapan saya).
Nah, ada yang perlu untuk dicermati, coba perhatikan terjemahan ayat ke-14 Q.S Al-A’raf . Di ayat tersebut, dijelaskan bahwa iblis memohon kepada Allah SWT agar diberi tangguh (untuk kehidupannya) sampai hari pembangkitan (hari kiamat) itu tiba. Artinya, disini Iblis meminta kepada Allah SWT agar diberi umur panjang/abadi (menurut pemikiranku) sampai hari kiamat itu tiba. Dan, dalam ayat selanjutnya, Allah SWT memenuhi permintaan Iblis tersebut—Iblis diberi umur panjang (abadi) sampai hari kiamat tiba.
Selain itu, di ayat ke-14 Q.S Al-A’raf tersebut, ternyata ada keterangan tambahan (catatan kaki) yang menjelasakannya. Berikut saya tulis kembali dari Al-Qur’an yang saya miliki.
Maksudnya : Janganlah saya (Iblis) dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.
Menurut analisis dan pemikiran saya, itu berarti Iblis dan keturunannya telah diberikan usia panjang (abadi) oleh Allah SWT sampai hari kiamat tiba. Nah, pernyataan kritis saya adalah kalau Iblis dan keturunannya diberi “anugerah” oleh Allah SWT, yakni umur panjang (abadi) sampai hari kiamat itu tiba. Itu berarti sampai dengan hari ini, jumlah keturunan iblis telah beranak pinak dan sangat besar jumlahnya di dunia ini. Padahal, jumlah manusia saja sampai dengan sekarang sudah sangat banyak, yakni hampir mencapai 7 milyar jiwa. Tetapi, saya rasa jumlah Iblis dan keturunannya berkali-kali lipat dari jumlah manusia yang ada di bumi sekarang ini. Itu karena Iblis telah beranak pinak dan diberi usia yang panjang (abadi) oleh Allah SWT sampai dengan hari kiamat tiba. Berarti (menurut hemat saya), bahwa hanya terjadi pertambahan/peningkatan jumlah mereka (Iblis/setan) tanpa diiringi dengan pengurangan/kematian mereka (Iblis/setan). Dan artinya, grafik pertumbuhan mereka (iblis/setan) adalah ke atas, yakni terus mengalami peningkatan.
Wow… Benarkah demikian adanya?! Saya pernah memperoleh informasi dari orang lain yang memiliki kemampuan spritual (batin) yang tinggi, katanya bumi (dunia) ini sudah sangat gelap sekali dipenuhi setan-setan (iblis) yang  terus tumbuh beranak pinak. Dan, itu belum ditambah dengan keberadaan makhluk ghaib selain setan (iblis) yang Allah ciptakan, yakni bangsa Jin.
Lalu, yang menjadi pertanyaan penting saya adalah, benarkah Iblis dan keturunannya (setan) tidak bisa mati sampai hari kiamat tiba? Benarkah iblis dan keturunannya itu tidak bisa dibunuh? Bisakah kita (ras manusia) membunuh iblis dan keturunannya, yang jelas-jelas keberadaanya membawa petaka dan menyesatkan?! Jika iblis dan keturunnanya bisa dibunuh, bagaimana cara membunuh mereka?!
Itulah, beberapa pertanyaan yang ada di benak dan pikiran saya sekarang, dan saya akan mencoba mencari tahu informasi ini kepada orang yang benar-benar ahli di bidangnya (dalam hal ini mereka yang mempunyai pengetahuan agama yang dalam). Saya juga akan berusaha mencari tahu informasinya mengenai hal ini dari bahan bacaan terkait (buku, majalah, internet). Semoga saya bisa menemukan jawabannya. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberikan saya pencerahan dan pengetahuan dari ayat-ayatMu sehingga membuat saya merenung, berfikir, mencari tahu, dan menganalisnya sebagai bagian untuk lebih mengingatMu dan bertakwa kepadaMu selalu. Karena saya yakin, Engkau akan meninggikan derajat orang-orang yang berfikir dan akan memberi jalan serta hikmah kepada mereka yang mau berfikir dalam menemukan kebenaran sejati dariMu.
Karena itu, adakah para pembaca (kompasianer) yang dapat memberikan pandangan, opini, jawaban, dan pengetahuannya kepada saya seputar pertanyaan-pertanyaan saya itu. Jika berkenan, mohon penjelasan dan pemaparannya.
Maha benar Allah dengan segala FirmanNya
Terima kasih banyak
Wassalam
———————————
Salam Berfikir, Mencari Kebenaran dan bukan Pembenaran
[CV]....http://agama.kompasiana.com/2010/12/28/bisakah-manusia-membunuh-iblis-dan-keturunannya-328003.html

Senin, 15 Juli 2013

Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id
Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

20.37 Smartvone
Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id
Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).
Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)
Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.
Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.
Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.
Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.

Referensi:
  • Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Siang hari selepas Jum’atan, 3 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id


Sebagian kaum muslimin ada yang menjalani bulan Ramadhan di negeri kafir. Bulan Ramadhan banyak berkah dan banyak aktifitas ibadah yang ditekankan, padahal telah kita ketahui bahwa sarana dan prasarana ibadah serta berbagai pendukungannya bisa jadi sangat terbatas di negeri kafir.
Pertanyaan diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, “Orang yang terbiasa menunaikan (menjalani) bulan Ramadhan di negeri kafir, apakah ia berdosa?”
Jawaban beliau,
Ini ada rinciannya. Seorang muslim akan gembira dengan datangnya bulan Ramadhan dan merasa senang jika ia menjumpai bulan Ramadhan sedangkan ia berada di negeri Islam. Karena menjalani bulan Ramadhan di negeri Islam ada syiar-syiar yang nampak, yang ini tidak tidak dirasakan jika ia berada di luar negeri Islam. Ia akan melihat orang-orang shalat, banyaknya mereka dan mereka belomba-lomba dalam ketaatan. Maka bertambahlah semangat, kekuatan dan keinginan menuju kebaikan.
Adapun mereka yang berada di negeri kafir maka ia dalam keadaan kurang baik karena pahalanya bisa berkurang. Karena  sedikitnya amal atau melakukan dosa karena melakukan yang diharamkan. Bisa jadi ia melakukan berbagai maksiat karena jauhnya ia dari orang-orang yang melakukan kebaikan (orang-orang shalih). Maka wajib bagi mereka yang terbiasa (menjalani Ramadhan di negeri kafir) agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan ini. Hendaklah ia berpuasa Ramadhan di negeri Islam
Akan tetapi jika ia berpuasa (Ramadhan) di negeri kafir karena pekerjaan yang disyariatkan seperti berdakwah, menjadi Imam shalat atau amal kebaikan yang seorang muslim bisa diberi pahala atasnya. Bisa jadi ia mendapat pahala yang lebih besar daripada ia berada di negeri Islam karena ia sudah berdakwah dan mengajarkan manusia kebaikan sekaligus menjaga dirinya  dari setiap keburukan (Majmu’ Fatawa 15/330, diakses di http://www.binbaz.org.sa/mat/556).
Perlu diketahui bahwa seorang muslim dilarang bermudah-mudah pergi ke negeri kafir tanpa ada keperluan khusus yang dizinkan syariat. Terlebih jika ia ingin tinggal di negeri kafir, apalagi di negeri kafir tersebut sulit atau bahkan dihalangi untuk menjalankan syariat-syariat islam. Jumlah masjid sangat terbatas dan susah dicari, saudara Muslim sangat sedikit untuk saling mengingatkan dan menasehati serta banyaknya maksiat dan pelanggaran norma-norma kesusilaan.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:”Dalam keadaan bagaimana kamu ini”. Mereka menjawab:”Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata:”Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu (tempat orang kafir)”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)” (QS. An Nisaa’: 98)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكَ -أَيْ خَلَطَ- فَهُوَ مِثْلُهُ
Barang siapa yang berkumpul dengan musyrik dan tinggal bersamanya maka dia sepertinya” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ahaadits Shahihah No. 2330)
Beliau juga bersabda,
أَنَا بَرِيْءٌ مِنْ مُسْلِمٍ سَاكِنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Aku berlepas diri dari seorang muslim yang menempati tempat tinggal kaum musyrikin” (HR Abu Dawud 2645, At Tirmidzi 1605 dan An Nasaai 8/36 dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No.1207)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menegaskan hukum asalnya tidak boleh berpergian ke negeri kafir kecuali dengan beberapa syarat. Beliau mengatakan,
Adapun melakukan safar ke negeri kafir maka saya berpendangan tidak boleh kecuali dengan syarat:
  1. hendaknya memiliki ilmu agama yang bisa mencegahnya dari syubhat karena di negeri kafir mereka memberikan syubhat kepada anak-anak kaum muslimin hingga mengeluarkan mereka dari agama Islam
  2. hendaknya memiliki agama (iman) yang bisa mencegahnya dari syahwat, janganlah ia pergi ke negeri kafir dengan agama (iman) yang lemah. Maka syahwat akan mengalahkannya dan menjerumuskannya menuju kebinasaan
  3. ia memang butuh melakukan safar tersebut karena tidak dijumpai kekhususan (misalnya belajar ilmu dan keahlian khusus) di negeri Islam
Inilah tiga syarat jika terwujud hendaknya ia bersafar jika tidak ada satu saja maka hendaklah ia tidak bersafar. Karena menjaga agama lebih penting daripada menjaga yang lain (Kitabul Ilmi karya Syaikh Al-‘Utsaimin hal 144).
Alhamdulillah, semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id
20.28 Smartvone

Sebagian kaum muslimin ada yang menjalani bulan Ramadhan di negeri kafir. Bulan Ramadhan banyak berkah dan banyak aktifitas ibadah yang ditekankan, padahal telah kita ketahui bahwa sarana dan prasarana ibadah serta berbagai pendukungannya bisa jadi sangat terbatas di negeri kafir.
Pertanyaan diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, “Orang yang terbiasa menunaikan (menjalani) bulan Ramadhan di negeri kafir, apakah ia berdosa?”
Jawaban beliau,
Ini ada rinciannya. Seorang muslim akan gembira dengan datangnya bulan Ramadhan dan merasa senang jika ia menjumpai bulan Ramadhan sedangkan ia berada di negeri Islam. Karena menjalani bulan Ramadhan di negeri Islam ada syiar-syiar yang nampak, yang ini tidak tidak dirasakan jika ia berada di luar negeri Islam. Ia akan melihat orang-orang shalat, banyaknya mereka dan mereka belomba-lomba dalam ketaatan. Maka bertambahlah semangat, kekuatan dan keinginan menuju kebaikan.
Adapun mereka yang berada di negeri kafir maka ia dalam keadaan kurang baik karena pahalanya bisa berkurang. Karena  sedikitnya amal atau melakukan dosa karena melakukan yang diharamkan. Bisa jadi ia melakukan berbagai maksiat karena jauhnya ia dari orang-orang yang melakukan kebaikan (orang-orang shalih). Maka wajib bagi mereka yang terbiasa (menjalani Ramadhan di negeri kafir) agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan ini. Hendaklah ia berpuasa Ramadhan di negeri Islam
Akan tetapi jika ia berpuasa (Ramadhan) di negeri kafir karena pekerjaan yang disyariatkan seperti berdakwah, menjadi Imam shalat atau amal kebaikan yang seorang muslim bisa diberi pahala atasnya. Bisa jadi ia mendapat pahala yang lebih besar daripada ia berada di negeri Islam karena ia sudah berdakwah dan mengajarkan manusia kebaikan sekaligus menjaga dirinya  dari setiap keburukan (Majmu’ Fatawa 15/330, diakses di http://www.binbaz.org.sa/mat/556).
Perlu diketahui bahwa seorang muslim dilarang bermudah-mudah pergi ke negeri kafir tanpa ada keperluan khusus yang dizinkan syariat. Terlebih jika ia ingin tinggal di negeri kafir, apalagi di negeri kafir tersebut sulit atau bahkan dihalangi untuk menjalankan syariat-syariat islam. Jumlah masjid sangat terbatas dan susah dicari, saudara Muslim sangat sedikit untuk saling mengingatkan dan menasehati serta banyaknya maksiat dan pelanggaran norma-norma kesusilaan.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:”Dalam keadaan bagaimana kamu ini”. Mereka menjawab:”Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata:”Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu (tempat orang kafir)”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)” (QS. An Nisaa’: 98)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكَ -أَيْ خَلَطَ- فَهُوَ مِثْلُهُ
Barang siapa yang berkumpul dengan musyrik dan tinggal bersamanya maka dia sepertinya” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ahaadits Shahihah No. 2330)
Beliau juga bersabda,
أَنَا بَرِيْءٌ مِنْ مُسْلِمٍ سَاكِنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Aku berlepas diri dari seorang muslim yang menempati tempat tinggal kaum musyrikin” (HR Abu Dawud 2645, At Tirmidzi 1605 dan An Nasaai 8/36 dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No.1207)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menegaskan hukum asalnya tidak boleh berpergian ke negeri kafir kecuali dengan beberapa syarat. Beliau mengatakan,
Adapun melakukan safar ke negeri kafir maka saya berpendangan tidak boleh kecuali dengan syarat:
  1. hendaknya memiliki ilmu agama yang bisa mencegahnya dari syubhat karena di negeri kafir mereka memberikan syubhat kepada anak-anak kaum muslimin hingga mengeluarkan mereka dari agama Islam
  2. hendaknya memiliki agama (iman) yang bisa mencegahnya dari syahwat, janganlah ia pergi ke negeri kafir dengan agama (iman) yang lemah. Maka syahwat akan mengalahkannya dan menjerumuskannya menuju kebinasaan
  3. ia memang butuh melakukan safar tersebut karena tidak dijumpai kekhususan (misalnya belajar ilmu dan keahlian khusus) di negeri Islam
Inilah tiga syarat jika terwujud hendaknya ia bersafar jika tidak ada satu saja maka hendaklah ia tidak bersafar. Karena menjaga agama lebih penting daripada menjaga yang lain (Kitabul Ilmi karya Syaikh Al-‘Utsaimin hal 144).
Alhamdulillah, semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id
Adzkar merupakan aplikasi mobile yang dirancang untuk membantu kaum muslimin dalam melaksanakan amalan zikir pagi dan petang. Aplikasi adzkar pertama kali dibuat khusus untuk platform android. Alhamdulillah, developer adzkar telah men-develop ulang adzkar untuk platform windows phone agar manfaat dari aplikasi adzkar dapat dirasakan oleh platform windows phone. Secara umum fitur adzkar pada platform windows phone sama dengan adzkar versi android. Diantara fitur adzkar adalah:
  1. Tampilan yang sederhana agar mudah dioperasikan.
  2. Teks zikir dalam bahasa arab.
  3. Audio zikir dalam bahasa arab.
  4. Terjemahan dalam bahasa inggris dan indonesia.
  5. Pengingat waktu zikir.
Untuk dapat mendengarkan audio zikir, handphone pengguna harus terkoneksi dengan layanan internet karena adzkar akan mendownload audio ketika pertama kali di didengarkan. Untuk selanjutnya koneksi internet tidak diperlukan lagi, karena adzkar akan memainkan audio yang sudah didownload sebelumnya. Terjemahan zikir dapat diatur dengan mudah dibagian menu setting. Untuk sementara terjemahan yang tersedia adalah inggris dan indonesia.
Fitur yang tidak kalah penting adalah pengingat waktu zikir. Fitur ini dapat di konfigurasi di bagian setting. Beberapa fitur tambahan di windows phone adalah fitur sharing zikir.
adzkar-winpon1 adzkar-winpon2
Aplikasi ini dibuat oleh seorang ikhwah dari Komunitas IT Support for Dakwah, yaitu Al Akh Lhuqita Fazry. Beliau adalah seorang programmer dan penulis yang produktif, tulisannya tentang berbagai tutorial programming dapat anda dapatkan di blognya.
Untuk mendownload aplikasi adzkar di windows phone bisa menuju link berikut: http://www.windowsphone.com/en-us/store/app/adzkar/ec24786d-05f8-49a0-9482-597a48239b1a
==========
Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo
==========
20.26 Smartvone
Adzkar merupakan aplikasi mobile yang dirancang untuk membantu kaum muslimin dalam melaksanakan amalan zikir pagi dan petang. Aplikasi adzkar pertama kali dibuat khusus untuk platform android. Alhamdulillah, developer adzkar telah men-develop ulang adzkar untuk platform windows phone agar manfaat dari aplikasi adzkar dapat dirasakan oleh platform windows phone. Secara umum fitur adzkar pada platform windows phone sama dengan adzkar versi android. Diantara fitur adzkar adalah:
  1. Tampilan yang sederhana agar mudah dioperasikan.
  2. Teks zikir dalam bahasa arab.
  3. Audio zikir dalam bahasa arab.
  4. Terjemahan dalam bahasa inggris dan indonesia.
  5. Pengingat waktu zikir.
Untuk dapat mendengarkan audio zikir, handphone pengguna harus terkoneksi dengan layanan internet karena adzkar akan mendownload audio ketika pertama kali di didengarkan. Untuk selanjutnya koneksi internet tidak diperlukan lagi, karena adzkar akan memainkan audio yang sudah didownload sebelumnya. Terjemahan zikir dapat diatur dengan mudah dibagian menu setting. Untuk sementara terjemahan yang tersedia adalah inggris dan indonesia.
Fitur yang tidak kalah penting adalah pengingat waktu zikir. Fitur ini dapat di konfigurasi di bagian setting. Beberapa fitur tambahan di windows phone adalah fitur sharing zikir.
adzkar-winpon1 adzkar-winpon2
Aplikasi ini dibuat oleh seorang ikhwah dari Komunitas IT Support for Dakwah, yaitu Al Akh Lhuqita Fazry. Beliau adalah seorang programmer dan penulis yang produktif, tulisannya tentang berbagai tutorial programming dapat anda dapatkan di blognya.
Untuk mendownload aplikasi adzkar di windows phone bisa menuju link berikut: http://www.windowsphone.com/en-us/store/app/adzkar/ec24786d-05f8-49a0-9482-597a48239b1a
==========
Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo
==========
  Siapa sih yang suka dibohongi hari gini? Tak satupun rasanya, apalagi kalau terkait soal cinta. Tetapi, toh nyatanya berbohong masih menjadi hal yang lazim dilakukan sekian banyak wanita. Entah itu atas nama cinta, atau atas nama persahabatan dan menjaga pertemanan.
Kami tidak ingin menghakimi tindakan berbohong, kami hanya ingin agar wanita sadar bahwa ternyata banyak kebohongan yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Seperti beberapa kebohongan berikut ini...
"Oh enggak, aku nggak lagi ngapa-ngapain..."
Beginilah kebohongan yang paling sering terjadi kalau sedang berharap pada seseorang. Setidaknya berharap diajak pergi atau diajak ngobrol di telpon atau saat chatting. Anda pasti pernah melakukannya ketika menjawab pertanyaan "sedang ngapain?" oleh gebetan kan? Hihi...
"Sebenarnya aku nyaman, tapi aku masih belum siap..."
Jawaban ini adalah jawaban ragu-ragu sekaligus tes bagi gebetan. Apabila si gebetan menunjukkan niat yang jauh lebih besar, maka ia lolos tes dan layak menjadi kekasih. Tetapi kalau si dia malah menghindar? Wanita jadi sering bete karena sebenarnya ia diam-diam juga sudah suka dan berharap lebih.
"Aku nggak apa-apa."
Kalimat satu ini selalu jadi jagoan bagi sekian banyak wanita untuk menutupi perasaannya, untuk mengetes pria, untuk memancing pria memanjakan dan berbuat lebih padanya. Dan, celakanya, kalau pria tersebut belum-belum sudah yakin dan malas berusaha, wanita jadi bete sendiri karena pancingannya tidak berhasil.
"Yang penting kamu bahagia"
Percaya atau tidak, tidak ada wanita yang bahagia melihat kekasihnya bahagia melakukan apa yang diinginkan. Bagaimanapun, wanita ingin agar kebahagiaan itu komplit dan adil. Dirasakan kedua belah pihak. Agak egois sih memang, tetapi kami rasa semua manusia demikian..
"Kamu juga cantik..."
Taruhan bahwa saat Anda mengatakan ini, 3 di antara lima kalinya Anda berbohong. Dalam hati sebenarnya hal ini cuma diucapkan untuk sekedar berbasa basi atau hanya pemanis mulut saja.
"Nggak harus kaya kok, yang penting rajin bekerja."
Syarat yang satu ini sebenarnya mutlak dimiliki semua pria. Tetapi tidak ada wanita yang akan menolak punya kekasih kaya, karena pada dasarnya banyak wanita bermimpi selalu bisa disenangkan kekasihnya.
"Aku percaya diri dan tahu kok kalau aku cantik"
Ah berapa banyak wanita yang mengatakan hal ini kemudian masih mencari cara memutihkan kulitnya? Ribuan bahkan mungkin jutaan wanita sebenarnya merasa kurang percaya diri akan apa yang dimilikinya. Tepatnya juga kurang bersyukur dan malah nekat mencoba berbagai cara yang dalam pikirannya akan membuatnya cantik, dan ternyata tidak.
Ketahuilah ladies, bahwa kecantikan bukan melulu ditentukan karena kulit yang putih. Kecantikan tidak selebar daun kelor. Kecantikanmu jauh lebih penting dari sekedar kulit putih dan rambut lurus saja. Percayalah... (vem/bee)
19.12 Smartvone
  Siapa sih yang suka dibohongi hari gini? Tak satupun rasanya, apalagi kalau terkait soal cinta. Tetapi, toh nyatanya berbohong masih menjadi hal yang lazim dilakukan sekian banyak wanita. Entah itu atas nama cinta, atau atas nama persahabatan dan menjaga pertemanan.
Kami tidak ingin menghakimi tindakan berbohong, kami hanya ingin agar wanita sadar bahwa ternyata banyak kebohongan yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Seperti beberapa kebohongan berikut ini...
"Oh enggak, aku nggak lagi ngapa-ngapain..."
Beginilah kebohongan yang paling sering terjadi kalau sedang berharap pada seseorang. Setidaknya berharap diajak pergi atau diajak ngobrol di telpon atau saat chatting. Anda pasti pernah melakukannya ketika menjawab pertanyaan "sedang ngapain?" oleh gebetan kan? Hihi...
"Sebenarnya aku nyaman, tapi aku masih belum siap..."
Jawaban ini adalah jawaban ragu-ragu sekaligus tes bagi gebetan. Apabila si gebetan menunjukkan niat yang jauh lebih besar, maka ia lolos tes dan layak menjadi kekasih. Tetapi kalau si dia malah menghindar? Wanita jadi sering bete karena sebenarnya ia diam-diam juga sudah suka dan berharap lebih.
"Aku nggak apa-apa."
Kalimat satu ini selalu jadi jagoan bagi sekian banyak wanita untuk menutupi perasaannya, untuk mengetes pria, untuk memancing pria memanjakan dan berbuat lebih padanya. Dan, celakanya, kalau pria tersebut belum-belum sudah yakin dan malas berusaha, wanita jadi bete sendiri karena pancingannya tidak berhasil.
"Yang penting kamu bahagia"
Percaya atau tidak, tidak ada wanita yang bahagia melihat kekasihnya bahagia melakukan apa yang diinginkan. Bagaimanapun, wanita ingin agar kebahagiaan itu komplit dan adil. Dirasakan kedua belah pihak. Agak egois sih memang, tetapi kami rasa semua manusia demikian..
"Kamu juga cantik..."
Taruhan bahwa saat Anda mengatakan ini, 3 di antara lima kalinya Anda berbohong. Dalam hati sebenarnya hal ini cuma diucapkan untuk sekedar berbasa basi atau hanya pemanis mulut saja.
"Nggak harus kaya kok, yang penting rajin bekerja."
Syarat yang satu ini sebenarnya mutlak dimiliki semua pria. Tetapi tidak ada wanita yang akan menolak punya kekasih kaya, karena pada dasarnya banyak wanita bermimpi selalu bisa disenangkan kekasihnya.
"Aku percaya diri dan tahu kok kalau aku cantik"
Ah berapa banyak wanita yang mengatakan hal ini kemudian masih mencari cara memutihkan kulitnya? Ribuan bahkan mungkin jutaan wanita sebenarnya merasa kurang percaya diri akan apa yang dimilikinya. Tepatnya juga kurang bersyukur dan malah nekat mencoba berbagai cara yang dalam pikirannya akan membuatnya cantik, dan ternyata tidak.
Ketahuilah ladies, bahwa kecantikan bukan melulu ditentukan karena kulit yang putih. Kecantikan tidak selebar daun kelor. Kecantikanmu jauh lebih penting dari sekedar kulit putih dan rambut lurus saja. Percayalah... (vem/bee)



Nokia resmi mengumumkan Lumia 1020, sebuah ponsel Windows Phone 8 terbaru dengan kamera 41 Mega-piksel.

Teknologi yang digunakan adalah kamera PureView disertai Image Stabilization, berguna untuk menghasilkan gambar yang sangat tajam layaknya kamera digital.

Foto yang dihasilkan ini memiliki resolusi maksimum 7152 x 5368 pixels, artinya jika diprint dalam ukuran 1,3 x 1 meter, objek pun bisa terlihat jelas tanpa gambar yang pecah.

Sensor 41 megapiksel ini pun diklaim dapat menghasilkan foto yang sangat jernih, meskipun pada kondisi cahaya minim. Hal in berkat enam lensa optik fisik ZEIS dan juga sokongan optical image stabilization yang ditanamkan.

Tidak hanya itu, smartpohne ini pun tampil beda dan bisa digunakan merekam video dengan fitur suara stereo, mengingat device ini dilengkapi dengan Nokia Rich Recording.

“Nokia Lumia 1020 akan menghadirkan makna yang baru bagi dunia pencitraan dan memperkuat posisi Nokia dalam teknologi pencitraan untuk smartphone,” kata CEO Nokia Stephen Elop, dalam peluncuran acara ini di New York, Jumat (12/7/2013).

"Nokia Lumia 1020 merupakan pengenalan chapter berikutnya dalam fotografi ponsel pintar," lanjutnya.

Nokia
Lumia 1020 kemungkinan dirilis dipasar Amerika Serikat pertama kali secara eksklusif bekerjasama dengan operator AT&T. Menurut USA Today, Sales diperkirakan pada 26 Juli, dengan harga USD 299 (sekira Rp2,9 juta) untuk dua tahun kontrak.

    Wow..!! Cina Sukses Ciptakan Kamera 100MP
    Ini Informasi Nokia Asha 501 Lengkap dan Harganya
    Ponsel Murah Ini Jadi Produk Andalan Nokia

Terlepas dari antusiasme fans berat Nokia, smartphone ini dilengkapi dengan memori internal 32GB, tapi tidak ada slot kartu memori tambahan. Khususnya bagi yang sering mengambil banyak foto, ini bisa menjadi tantangan menarik.

Nokia mengklaim, meskipun ukuran gambar yang dihasilkan adalah 38MP, namun ukuran media yang dibutuhkan hanya sebesar 8 megabyte. Untungnya, dalam kontrak di AT-T tersebut disediakan pula media penyimpanan gratis secara online sebesar 50GB.

Spesifikasi Nokia Lumia 1020:

    Sistem Operasi — Windows Phones 8
    Layar — AMOLED WXGA 4.5 inci (1280×768), PureMotion HD+
    Prosesor — dual-core 1.5 GHz Snapdragon S4
    Kamera belakang — PureView 41 MP dan flash LED
    Kamera depan — HD 1,2 MP
    Memori — 2 GB RAM, 32 GB memori internal
    Konectivity — LTE, HSPA+, NFC, Bluetooth
    Baterai — 2000 mAh, bisa wireless charging
    Warna — kuning, putih dan hitam
19.09 Smartvone



Nokia resmi mengumumkan Lumia 1020, sebuah ponsel Windows Phone 8 terbaru dengan kamera 41 Mega-piksel.

Teknologi yang digunakan adalah kamera PureView disertai Image Stabilization, berguna untuk menghasilkan gambar yang sangat tajam layaknya kamera digital.

Foto yang dihasilkan ini memiliki resolusi maksimum 7152 x 5368 pixels, artinya jika diprint dalam ukuran 1,3 x 1 meter, objek pun bisa terlihat jelas tanpa gambar yang pecah.

Sensor 41 megapiksel ini pun diklaim dapat menghasilkan foto yang sangat jernih, meskipun pada kondisi cahaya minim. Hal in berkat enam lensa optik fisik ZEIS dan juga sokongan optical image stabilization yang ditanamkan.

Tidak hanya itu, smartpohne ini pun tampil beda dan bisa digunakan merekam video dengan fitur suara stereo, mengingat device ini dilengkapi dengan Nokia Rich Recording.

“Nokia Lumia 1020 akan menghadirkan makna yang baru bagi dunia pencitraan dan memperkuat posisi Nokia dalam teknologi pencitraan untuk smartphone,” kata CEO Nokia Stephen Elop, dalam peluncuran acara ini di New York, Jumat (12/7/2013).

"Nokia Lumia 1020 merupakan pengenalan chapter berikutnya dalam fotografi ponsel pintar," lanjutnya.

Nokia
Lumia 1020 kemungkinan dirilis dipasar Amerika Serikat pertama kali secara eksklusif bekerjasama dengan operator AT&T. Menurut USA Today, Sales diperkirakan pada 26 Juli, dengan harga USD 299 (sekira Rp2,9 juta) untuk dua tahun kontrak.

    Wow..!! Cina Sukses Ciptakan Kamera 100MP
    Ini Informasi Nokia Asha 501 Lengkap dan Harganya
    Ponsel Murah Ini Jadi Produk Andalan Nokia

Terlepas dari antusiasme fans berat Nokia, smartphone ini dilengkapi dengan memori internal 32GB, tapi tidak ada slot kartu memori tambahan. Khususnya bagi yang sering mengambil banyak foto, ini bisa menjadi tantangan menarik.

Nokia mengklaim, meskipun ukuran gambar yang dihasilkan adalah 38MP, namun ukuran media yang dibutuhkan hanya sebesar 8 megabyte. Untungnya, dalam kontrak di AT-T tersebut disediakan pula media penyimpanan gratis secara online sebesar 50GB.

Spesifikasi Nokia Lumia 1020:

    Sistem Operasi — Windows Phones 8
    Layar — AMOLED WXGA 4.5 inci (1280×768), PureMotion HD+
    Prosesor — dual-core 1.5 GHz Snapdragon S4
    Kamera belakang — PureView 41 MP dan flash LED
    Kamera depan — HD 1,2 MP
    Memori — 2 GB RAM, 32 GB memori internal
    Konectivity — LTE, HSPA+, NFC, Bluetooth
    Baterai — 2000 mAh, bisa wireless charging
    Warna — kuning, putih dan hitam

Hobi fotografi (ilustrasi)
A+ | Reset | A-
Studio Basel for Creative Solution, sebuah organisasi di Amerika adalah penyelenggara dan sponsor utama Sayembara Fotografi Internasional (IPRC) bertema "Menangkap Semangat Ramadhan."

Sayembara Fotografi Internasional  "Menangkap Semangat Ramadhan" merupakan perayaan visual selama 30-hari yang unik dan belum pernah dilakukan sebelumnya pada bulan suci Ramadhan yang bertujuan untuk mendidik dan mencerahkan jutaan pemirsa di seluruh dunia melalui seni fotografi.

Misi dari proyek ini adalah untuk menawarkan sebuah platform internasional bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas mereka dalam upaya menghilangkan kesalahpahaman dan penafsiran tentang Islam dengan citra yang indah dan positif.

Dalam tiga tahun belakangan, IRPC telah menarik lebih dari 60.000 fotografer dan penggemar seni fotografi di seluruh dunia dengan diajukannya ribuan foto dari seluruh penjuru dunia. Mereka telah menerbitkan Buku Capture Spirit of Ramadhan Photography jilid pertama dan kedua. Ini merupakan pertama dan satu-satunya bentuk penerbitan fotografi yang dikhususkan bertema "Ramadhan" di seluruh dunia.

Sayembara ini terbuka untuk semua warganegara dan agama. Peserta harus berusia 18 tahun ke atas. Foto-foto yang diajukan harus diutamakan bertema Ramadhan, namun bukan  berarti hasil jepretannya hanyalah gambar-gambar masjid atau orang-orang sedang berbuka puasa. Sesuai dengan tema sayembara itu, tujuannya adalah untuk "menangkap semangat" dari Bulan Suci Ramadhan dengan cara visual.

Pada akhir Ramadhan, dewan juri akan menilai foto-foto yang diajukan dalam sayembara tersebut, tahun ini seorang fotografer terkenal di dunia Steve McCurry, yang hasil karyanya adalah pemenang penghargaan National Geographic berjudul "Gadis Afghanistan", termasuk dalam dewan juri tahun ini.
Dewan juri  akan "menilai dampak dan pesan, kreativitas, tingkat kualitas fotografi, teknik dan komposisi", kata juru bicara sayembara itu Lina Ali. Tahun ini ada tiga kategori yang disayembarakan; pertama arsitektur, kedua spiritualitas, dan ketiga budaya. Setiap kategori akan memilih tiga pemenang. Pemenang ketiga akan mendapat hadiah sebesar 500 dolar AS, pemenang kedua mendapat hadiah 1.000 dolar AS dan pemenang pertama mendapat hadiah 1.500 dolar AS seperti yang dilansir dalam laman mereka www.spiritoframadan.org
IRPC medapat dukungan di seluruh dunia seperti dari organisasi UNESCO dan The British Museum. IRPC juga berkolaborasi dengan tempat-tempat seni internasional terkemuka termasuk Islamic Arts Museum Malaysia, Arab American National Museum dan Institut du Monde Arabe di Paris.

Sayembara ini bertujuan menjalin komunikasi dan dialog antara budaya dan negara serta menawarkan pandangan kreatif tradisi Islam di seluruh dunia.
19.07 Smartvone

Hobi fotografi (ilustrasi)
A+ | Reset | A-
Studio Basel for Creative Solution, sebuah organisasi di Amerika adalah penyelenggara dan sponsor utama Sayembara Fotografi Internasional (IPRC) bertema "Menangkap Semangat Ramadhan."

Sayembara Fotografi Internasional  "Menangkap Semangat Ramadhan" merupakan perayaan visual selama 30-hari yang unik dan belum pernah dilakukan sebelumnya pada bulan suci Ramadhan yang bertujuan untuk mendidik dan mencerahkan jutaan pemirsa di seluruh dunia melalui seni fotografi.

Misi dari proyek ini adalah untuk menawarkan sebuah platform internasional bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas mereka dalam upaya menghilangkan kesalahpahaman dan penafsiran tentang Islam dengan citra yang indah dan positif.

Dalam tiga tahun belakangan, IRPC telah menarik lebih dari 60.000 fotografer dan penggemar seni fotografi di seluruh dunia dengan diajukannya ribuan foto dari seluruh penjuru dunia. Mereka telah menerbitkan Buku Capture Spirit of Ramadhan Photography jilid pertama dan kedua. Ini merupakan pertama dan satu-satunya bentuk penerbitan fotografi yang dikhususkan bertema "Ramadhan" di seluruh dunia.

Sayembara ini terbuka untuk semua warganegara dan agama. Peserta harus berusia 18 tahun ke atas. Foto-foto yang diajukan harus diutamakan bertema Ramadhan, namun bukan  berarti hasil jepretannya hanyalah gambar-gambar masjid atau orang-orang sedang berbuka puasa. Sesuai dengan tema sayembara itu, tujuannya adalah untuk "menangkap semangat" dari Bulan Suci Ramadhan dengan cara visual.

Pada akhir Ramadhan, dewan juri akan menilai foto-foto yang diajukan dalam sayembara tersebut, tahun ini seorang fotografer terkenal di dunia Steve McCurry, yang hasil karyanya adalah pemenang penghargaan National Geographic berjudul "Gadis Afghanistan", termasuk dalam dewan juri tahun ini.
Dewan juri  akan "menilai dampak dan pesan, kreativitas, tingkat kualitas fotografi, teknik dan komposisi", kata juru bicara sayembara itu Lina Ali. Tahun ini ada tiga kategori yang disayembarakan; pertama arsitektur, kedua spiritualitas, dan ketiga budaya. Setiap kategori akan memilih tiga pemenang. Pemenang ketiga akan mendapat hadiah sebesar 500 dolar AS, pemenang kedua mendapat hadiah 1.000 dolar AS dan pemenang pertama mendapat hadiah 1.500 dolar AS seperti yang dilansir dalam laman mereka www.spiritoframadan.org
IRPC medapat dukungan di seluruh dunia seperti dari organisasi UNESCO dan The British Museum. IRPC juga berkolaborasi dengan tempat-tempat seni internasional terkemuka termasuk Islamic Arts Museum Malaysia, Arab American National Museum dan Institut du Monde Arabe di Paris.

Sayembara ini bertujuan menjalin komunikasi dan dialog antara budaya dan negara serta menawarkan pandangan kreatif tradisi Islam di seluruh dunia.
Kafil Yamin
SATU-satunya sumber penghidupan yang terlihat Ni Wayan Mertayani, gadis Bali berusia 9 tahun,  adalah sampah-sampah plastik yang berserakan di sepanjang pantai Kuta, Bali.
Maka, ia mulai memungut sampah-sampah itu – botol bekas minuman mineral, kantong-kantong, kemasan makanan – lalu dijualnya ke penampung sampah plastik.
Inilah cara agar bisa bertahan di sekolah dan merawat ibunya yang sakit cukup parah – radang lambung – setelah ayahandanya meninggal beberapa hari lalu. Dengan demikian, ia bisa berbagi tugas dengan adiknya yang juga perempuan. Sementara ia memulung, adiknya menjaga sang ibu.
Ni Wayan tahu bahwa pekerjaan ini akan mengundang cibiran teman-temannya dan orang-orang sekitar. Apa boleh buat. Ia akan hadapi semua cibiran dan pandangan merendahkan itu.
Kenyatannya, yang terjadi lebih dari yang ia bayangkan. Ni Wayan bukan sekedar sering menghadapi cibiran dan pandangan merendahkan, tapi juga tuduhan dan fitnah. Bila ada barang hilang di kelas, entah pulpen, entah buku, hampir semua orang secara ‘alamiah’ mencurigainya sebagai si pencuri.
Ni Wayan dapat kamera
Dengan kesadaran akan harga diri dan kehormatan, Ni Wayan selalu bisa membuktikan – seringkali dengan cara ‘perang’ – bahwa kecurigaan orang itu tidak benar.
Bagusnya, semua sinisme dan cibiran itu malah jadi energi besar buat Ni Wayan untuk menjadi ‘orang’. Tentu ia tak sudi jadi pemulung selamanya. Ia harus pintar. Ah, ini bukan perkara harus atau semangat hidup yang coba dihidup-hidupkan karena pepatah, kata-kata mutiara atau apa. Ini karena dorongan hati saja, Ni Wayan memang senang mencari tahu; mendapat pengetahuan baru; setiap hari.
Kebetulan, selama memulung, ia sering melewati sebuah rumah istirahat [cottage] milik seorang Belanda, Marie Johana Fardan, di situ ada perpustakaan kecil. Tak segan Ni Wayan menemui pemilik rumah singgah itu dan bertanya apakah ia bisa ikut membaca buku-buku yang ada di sana. Pucuk dicinta ulam tiba, si ‘ahlul bait’ malah senang dengan minat gadis manis kecil itu.
Maka, seusai sekolah dan memulung, Ni Wayan mengunjungi perpustakaan itu secara berkala. Sering kali si pemilik meminjamkan bukunya untuk di bawa pulang. Tentu Ni Wayan senang dan minatnya akan baca-tulis makin bersemi.
Suatu saat ia bertemu dengan seorang wisatawati Belanda yang baik hati, Dolly Amarhoseija. Melihat gadis kecil itu rela berpanas-panas memunguti sampah di pantai, ia merasa simpati dan meminjamkannya sebuah kamera digital.
Kamera digital? Buat apa? Ia tak pernah memotret. Kalau pun ia nanti bisa memotret, buat apa? Apa bisa dijual untuk membeli obat dan makanan buat ibunya?
Si peminjam mengajarkan cara mengoperasikan kamera itu. Gampang memang. Tinggal hidupkan. Arahkan kamera ke sasaran yang hendak dipotret, dan jepret. Hasilnya bisa dilihat seketika itu juga. Eh, ternyata memotret menyenangkan!
Hari-hari selanjutnya adalah hari-hari yang menyenangkan. Di sela-sela memulung, bila melihat pemandangan atau sasaran yang bagus untuk diabadikan, maka: pret! Pret! Pret! Ia memainkan kameranya menangkap objek dari setiap sudut.
Setelah jepret sana-jepret sini. Ia ingin melihat bagaimana persisnya gambar yang dihasilkan. Di Kuta banyak penyewaan komputer untuk sekedar melihat foto-foto itu dalam layar komputer. Setelah dilihat, hasilnya mengasyikkan.
Foto Ni Wayan yang memenangi lomba
Ni Wayan tak pernah belajar fotografi atau jurnalistik foto. Karena itu ia tak tahu kriteria foto yang bagus itu yang bagaimana, tap rasa artisitik alamiah dalam dirinya mengatakan foto itu bagus. Buktinya, ia sangat menyukainya.
Setelah puas, Wayan pun mengembalikan kamera itu dengan hasil jepretannya kepada Dolly, yang terkaget-kaget melihat hasilnya. Dalam penglihatannya, foto-foto Wayan sangat artistik, bernas, menggambarkan ‘sesuatu’.
Karena dianggap bagus, atas seizin Wayan, foto tersebut dikirim Dolly ke panitia lomba foto internasional 2009 yang dihelat Yayasan Anne Frank.
Dolly bilang tema lomba foto tahun ini adalah ‘Apa Keinginan Terbesarmu’. Di dalam foto yang menang itu, Wayan memperlihatkan seekor ayam bertengger di cabang-cabang pohon saat sore hari. Di bawahnya ada jemuran seperti handuk dan baju. Foto inilah yang dikirim Dolly ke panitia lomba.
Ia melihat ayam itu seperti dirinya, yang ‘menclok’ di batang yang rapuh, di bawah terik matahari. Bila hujan turun, sekujur badan ayam akan terguyur.
Tiga bulan kemudian. Ketika sedang asyik memulung, adiknya berlari mendatanginya membawa surat dari panitia lomba. Segera Ni Wayan membuka surat itu. Jelas sudah, foto hasil jepretannya memenangi lomba bergengsi internasional itu! Bukan sekedar masuk finalis, sepuluh besar atau lima besar, tapi juara pertama!
Untuk beberapa saat. Ia hanya terdiam. Demikian pula adiknya. Ya Tuhan, seorang pemulung, warga rendahan, penghuni gubuk di Pantai Amed, Karangasem, Bali, memenangi lomba foto internasional!
Ia diundang ke Belanda untuk menerima hadiah itu.
Pada tanggal 3 Mei 2010, di Amsterdam, Belanda, seorang gadis kecil, dengan kebaya putih dan kamen biru, busana khas Bali, menerima hadiah dari Annemarie Becker. Itulah Wayan Mertayani, gadis asal Banjar Biasiantang, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali . Hadiah yang diterimanya adalah kamera Canon G11, buku-buku tentang Anne Frank, dan fotonya sendiri yang menang lomba itu.
Dua belas juri dari World Press Photo mengatakan, semua unsur dalam foto Wayan bekerja sangat bagus. “The shape of the tree, the one chicken up in the branches, the color and light. They all work in its favor. All of this relays the photographer’s reality through subtle symbolism,” tulis juri di dalam website resmi Yayasan Anne Frank.
Ketika itu, tak ada jalan sulit lagi bagi cita-citanya. Wayan ingin menjadi wartawan.
Bahkan hari ini, ia telah menjadi wartawan dan kisah hidupnya dibukukan dengan judul ‘Potret Terindah dari Bali’.
Seperti biasa, sekarang orang rame-rame mendaulatnya sebagai ‘mengharumkan nama Indonesia’. Negara yang tak pernah peduli akan nasibnya, negara yang tak pernah menyantuni ibunya yang sekian lama terbaring antara hidup dan mati, negara yang membual tentang pendidikan gratis tapi kenyataan sebaliknya
19.00 Smartvone
Kafil Yamin
SATU-satunya sumber penghidupan yang terlihat Ni Wayan Mertayani, gadis Bali berusia 9 tahun,  adalah sampah-sampah plastik yang berserakan di sepanjang pantai Kuta, Bali.
Maka, ia mulai memungut sampah-sampah itu – botol bekas minuman mineral, kantong-kantong, kemasan makanan – lalu dijualnya ke penampung sampah plastik.
Inilah cara agar bisa bertahan di sekolah dan merawat ibunya yang sakit cukup parah – radang lambung – setelah ayahandanya meninggal beberapa hari lalu. Dengan demikian, ia bisa berbagi tugas dengan adiknya yang juga perempuan. Sementara ia memulung, adiknya menjaga sang ibu.
Ni Wayan tahu bahwa pekerjaan ini akan mengundang cibiran teman-temannya dan orang-orang sekitar. Apa boleh buat. Ia akan hadapi semua cibiran dan pandangan merendahkan itu.
Kenyatannya, yang terjadi lebih dari yang ia bayangkan. Ni Wayan bukan sekedar sering menghadapi cibiran dan pandangan merendahkan, tapi juga tuduhan dan fitnah. Bila ada barang hilang di kelas, entah pulpen, entah buku, hampir semua orang secara ‘alamiah’ mencurigainya sebagai si pencuri.
Ni Wayan dapat kamera
Dengan kesadaran akan harga diri dan kehormatan, Ni Wayan selalu bisa membuktikan – seringkali dengan cara ‘perang’ – bahwa kecurigaan orang itu tidak benar.
Bagusnya, semua sinisme dan cibiran itu malah jadi energi besar buat Ni Wayan untuk menjadi ‘orang’. Tentu ia tak sudi jadi pemulung selamanya. Ia harus pintar. Ah, ini bukan perkara harus atau semangat hidup yang coba dihidup-hidupkan karena pepatah, kata-kata mutiara atau apa. Ini karena dorongan hati saja, Ni Wayan memang senang mencari tahu; mendapat pengetahuan baru; setiap hari.
Kebetulan, selama memulung, ia sering melewati sebuah rumah istirahat [cottage] milik seorang Belanda, Marie Johana Fardan, di situ ada perpustakaan kecil. Tak segan Ni Wayan menemui pemilik rumah singgah itu dan bertanya apakah ia bisa ikut membaca buku-buku yang ada di sana. Pucuk dicinta ulam tiba, si ‘ahlul bait’ malah senang dengan minat gadis manis kecil itu.
Maka, seusai sekolah dan memulung, Ni Wayan mengunjungi perpustakaan itu secara berkala. Sering kali si pemilik meminjamkan bukunya untuk di bawa pulang. Tentu Ni Wayan senang dan minatnya akan baca-tulis makin bersemi.
Suatu saat ia bertemu dengan seorang wisatawati Belanda yang baik hati, Dolly Amarhoseija. Melihat gadis kecil itu rela berpanas-panas memunguti sampah di pantai, ia merasa simpati dan meminjamkannya sebuah kamera digital.
Kamera digital? Buat apa? Ia tak pernah memotret. Kalau pun ia nanti bisa memotret, buat apa? Apa bisa dijual untuk membeli obat dan makanan buat ibunya?
Si peminjam mengajarkan cara mengoperasikan kamera itu. Gampang memang. Tinggal hidupkan. Arahkan kamera ke sasaran yang hendak dipotret, dan jepret. Hasilnya bisa dilihat seketika itu juga. Eh, ternyata memotret menyenangkan!
Hari-hari selanjutnya adalah hari-hari yang menyenangkan. Di sela-sela memulung, bila melihat pemandangan atau sasaran yang bagus untuk diabadikan, maka: pret! Pret! Pret! Ia memainkan kameranya menangkap objek dari setiap sudut.
Setelah jepret sana-jepret sini. Ia ingin melihat bagaimana persisnya gambar yang dihasilkan. Di Kuta banyak penyewaan komputer untuk sekedar melihat foto-foto itu dalam layar komputer. Setelah dilihat, hasilnya mengasyikkan.
Foto Ni Wayan yang memenangi lomba
Ni Wayan tak pernah belajar fotografi atau jurnalistik foto. Karena itu ia tak tahu kriteria foto yang bagus itu yang bagaimana, tap rasa artisitik alamiah dalam dirinya mengatakan foto itu bagus. Buktinya, ia sangat menyukainya.
Setelah puas, Wayan pun mengembalikan kamera itu dengan hasil jepretannya kepada Dolly, yang terkaget-kaget melihat hasilnya. Dalam penglihatannya, foto-foto Wayan sangat artistik, bernas, menggambarkan ‘sesuatu’.
Karena dianggap bagus, atas seizin Wayan, foto tersebut dikirim Dolly ke panitia lomba foto internasional 2009 yang dihelat Yayasan Anne Frank.
Dolly bilang tema lomba foto tahun ini adalah ‘Apa Keinginan Terbesarmu’. Di dalam foto yang menang itu, Wayan memperlihatkan seekor ayam bertengger di cabang-cabang pohon saat sore hari. Di bawahnya ada jemuran seperti handuk dan baju. Foto inilah yang dikirim Dolly ke panitia lomba.
Ia melihat ayam itu seperti dirinya, yang ‘menclok’ di batang yang rapuh, di bawah terik matahari. Bila hujan turun, sekujur badan ayam akan terguyur.
Tiga bulan kemudian. Ketika sedang asyik memulung, adiknya berlari mendatanginya membawa surat dari panitia lomba. Segera Ni Wayan membuka surat itu. Jelas sudah, foto hasil jepretannya memenangi lomba bergengsi internasional itu! Bukan sekedar masuk finalis, sepuluh besar atau lima besar, tapi juara pertama!
Untuk beberapa saat. Ia hanya terdiam. Demikian pula adiknya. Ya Tuhan, seorang pemulung, warga rendahan, penghuni gubuk di Pantai Amed, Karangasem, Bali, memenangi lomba foto internasional!
Ia diundang ke Belanda untuk menerima hadiah itu.
Pada tanggal 3 Mei 2010, di Amsterdam, Belanda, seorang gadis kecil, dengan kebaya putih dan kamen biru, busana khas Bali, menerima hadiah dari Annemarie Becker. Itulah Wayan Mertayani, gadis asal Banjar Biasiantang, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali . Hadiah yang diterimanya adalah kamera Canon G11, buku-buku tentang Anne Frank, dan fotonya sendiri yang menang lomba itu.
Dua belas juri dari World Press Photo mengatakan, semua unsur dalam foto Wayan bekerja sangat bagus. “The shape of the tree, the one chicken up in the branches, the color and light. They all work in its favor. All of this relays the photographer’s reality through subtle symbolism,” tulis juri di dalam website resmi Yayasan Anne Frank.
Ketika itu, tak ada jalan sulit lagi bagi cita-citanya. Wayan ingin menjadi wartawan.
Bahkan hari ini, ia telah menjadi wartawan dan kisah hidupnya dibukukan dengan judul ‘Potret Terindah dari Bali’.
Seperti biasa, sekarang orang rame-rame mendaulatnya sebagai ‘mengharumkan nama Indonesia’. Negara yang tak pernah peduli akan nasibnya, negara yang tak pernah menyantuni ibunya yang sekian lama terbaring antara hidup dan mati, negara yang membual tentang pendidikan gratis tapi kenyataan sebaliknya