Tampilkan postingan dengan label Praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktikum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Oktober 2013

A. Konsep Dasar

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.

     B. Termodinamika I
Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannya dengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan. Termodinamika merupakan ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja.
Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari termokimia.” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alam semesta adalah konstan.” hukum termodinamika 1
Perubahan kalor pada tekanan konstan:
∆H = ∆E + P∆V
W= P∆V
∆E = energi dalam
Hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sbg
∆U = Q – W
∆U = perubahan tenaga dalam sistem
Q = panas yang masuk/keluar dari sistem
W = Usaha yang dilakukan thp sistem


06.27 Smartvone
A. Konsep Dasar

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.

     B. Termodinamika I
Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannya dengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan. Termodinamika merupakan ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja.
Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari termokimia.” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alam semesta adalah konstan.” hukum termodinamika 1
Perubahan kalor pada tekanan konstan:
∆H = ∆E + P∆V
W= P∆V
∆E = energi dalam
Hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sbg
∆U = Q – W
∆U = perubahan tenaga dalam sistem
Q = panas yang masuk/keluar dari sistem
W = Usaha yang dilakukan thp sistem


Minggu, 28 Juli 2013

Nah, bagaimana cara membuatnya? Silakan disimak langkah-langkah dibawah dan model roket yang akan dbuat mekanisme parasut adalah model roket panjang. Cara pembuatan roket panjang silakan dibaca di Pembuatan Roket Air Panjang. Inilah yang penulis namakan sebagai Roket Air Berparasut ala langitselatan.
Selamat mencoba!
Alat:
  • Gunting
  • Penggaris
  • Alat tulis, spidol marker
  • Double tape
  • Isolasi being ukuran sedang
  • Alat pembuat nosecone (silakan baca di artikel Pembuatan Roket Panjang)
Bahan:
  • Botol minuman soda ukuran 1,5 liter sebanyak 3. (tanpa bermaksud mengiklankan, penulis menggunakan Pepsi 2 buah dan sebuah botol Sprite)
  • Trash bag ukuran besar atau dapat diganti plastik layangan yang lebar
  • Benang kasur
Cara pembuatan
A. Pembuatan Parasut
  1. Buat parasut besar dengan menggunakan plastik trash bag atau plastik layangan
  2. Lubangi bagian tengah dengan lubang diameter kira-kira 5 cm
  3. Beri tali kasur pada bagian tepi plastik
01
Parasut yang telah dipotong. Kredit : Aldino A Baskoro
B. Pembuatan nose cone penyimpan parasut
  1. Buat nose cone dengan menggunakan botol sprite (warna hijau). Cara pembuatan silakan lihat di pembuatan roket panjang.
  2. Potong sebuah botol pepsi kira-kira 9 cm dari bagian bawah botol. Lubangi bagian tengah botol menggunakan solder.
    02
    Nose cone dan bagian bawah botol yang telah dipotong. Kredit : Aldino A Baskoro
  3. Kuncupkan parasut dan sejajarkan semua tali parasut. Masukkan ke dalam lubang yang ada di tengah botol. Buat simpul agar tali parasut tidak lepas saat parasut mengembang.
    03
    Bagian bawah botol tempat membuat simbul tali parasut. Kredit : Aldino A Baskoro
  4. Lipat parasut dengan pola lipatan kedalam dan keluar secara bergantian. Masukan parasut ke dalam nose cone dengan posisi parasut paling atas diikuti dengan tali
    04
    Cara melipat parasut ke dalam nose cone. Kredit : Aldino A. Baskoro
  5. Perhatikan pada bagian nose cone. Tambahkan plastik mika tebal yang mengelilingi nose cone kira-kira ¾ nya. Bagian ini berfungsi untuk mempermudah pemasangan nose cone dan mencegah nose cone langsung terlepas ketika roket diluncurkan. Hubungkan nose cone dan badan roket dengan menggunakan tali kasur.
    05
    Mika plastik tambahan yang dipasang pada nose cone. Kredit : Aldino A. Baskoro
C. Pembuatan badan roket air
  1. Untuk pembuatan badan roket sama seperti dalam artikel Pembuatan Roket Air Panjang.
  2. Yang perlu jadi perhatikan adalah tali penghubung antara badan roket dan nose cone (lihat tanda panah). Panjang tali harus melebihi panjang tali parasut, jika tidak maka parasut akan tetap tertahan di dalam nose cone saat roket mencapai titik tertingginya. Catatan penting kedua adalah cara melipat parasut. Jangan melipat parasut dengan cara menggulung tali pada parasut. Gunakan lipatan ke dalam dan keluar secara bergantian yang dimulau dari bagian atas parasut ketika parasut telah dikuncupkan.
    06
    Parasut, nose cone, dan badan roket sebelum dipasang
05.47 Smartvone
Nah, bagaimana cara membuatnya? Silakan disimak langkah-langkah dibawah dan model roket yang akan dbuat mekanisme parasut adalah model roket panjang. Cara pembuatan roket panjang silakan dibaca di Pembuatan Roket Air Panjang. Inilah yang penulis namakan sebagai Roket Air Berparasut ala langitselatan.
Selamat mencoba!
Alat:
  • Gunting
  • Penggaris
  • Alat tulis, spidol marker
  • Double tape
  • Isolasi being ukuran sedang
  • Alat pembuat nosecone (silakan baca di artikel Pembuatan Roket Panjang)
Bahan:
  • Botol minuman soda ukuran 1,5 liter sebanyak 3. (tanpa bermaksud mengiklankan, penulis menggunakan Pepsi 2 buah dan sebuah botol Sprite)
  • Trash bag ukuran besar atau dapat diganti plastik layangan yang lebar
  • Benang kasur
Cara pembuatan
A. Pembuatan Parasut
  1. Buat parasut besar dengan menggunakan plastik trash bag atau plastik layangan
  2. Lubangi bagian tengah dengan lubang diameter kira-kira 5 cm
  3. Beri tali kasur pada bagian tepi plastik
01
Parasut yang telah dipotong. Kredit : Aldino A Baskoro
B. Pembuatan nose cone penyimpan parasut
  1. Buat nose cone dengan menggunakan botol sprite (warna hijau). Cara pembuatan silakan lihat di pembuatan roket panjang.
  2. Potong sebuah botol pepsi kira-kira 9 cm dari bagian bawah botol. Lubangi bagian tengah botol menggunakan solder.
    02
    Nose cone dan bagian bawah botol yang telah dipotong. Kredit : Aldino A Baskoro
  3. Kuncupkan parasut dan sejajarkan semua tali parasut. Masukkan ke dalam lubang yang ada di tengah botol. Buat simpul agar tali parasut tidak lepas saat parasut mengembang.
    03
    Bagian bawah botol tempat membuat simbul tali parasut. Kredit : Aldino A Baskoro
  4. Lipat parasut dengan pola lipatan kedalam dan keluar secara bergantian. Masukan parasut ke dalam nose cone dengan posisi parasut paling atas diikuti dengan tali
    04
    Cara melipat parasut ke dalam nose cone. Kredit : Aldino A. Baskoro
  5. Perhatikan pada bagian nose cone. Tambahkan plastik mika tebal yang mengelilingi nose cone kira-kira ¾ nya. Bagian ini berfungsi untuk mempermudah pemasangan nose cone dan mencegah nose cone langsung terlepas ketika roket diluncurkan. Hubungkan nose cone dan badan roket dengan menggunakan tali kasur.
    05
    Mika plastik tambahan yang dipasang pada nose cone. Kredit : Aldino A. Baskoro
C. Pembuatan badan roket air
  1. Untuk pembuatan badan roket sama seperti dalam artikel Pembuatan Roket Air Panjang.
  2. Yang perlu jadi perhatikan adalah tali penghubung antara badan roket dan nose cone (lihat tanda panah). Panjang tali harus melebihi panjang tali parasut, jika tidak maka parasut akan tetap tertahan di dalam nose cone saat roket mencapai titik tertingginya. Catatan penting kedua adalah cara melipat parasut. Jangan melipat parasut dengan cara menggulung tali pada parasut. Gunakan lipatan ke dalam dan keluar secara bergantian yang dimulau dari bagian atas parasut ketika parasut telah dikuncupkan.
    06
    Parasut, nose cone, dan badan roket sebelum dipasang





      Roket Air merupakan salah satu wujud dan media untuk mengasah serta menyalurkan kreatifitas siapapun yang ingin membuatnya, terutama siswa. Melalui media roket air bisa dipelajari banyak hukum dan pelajaran sains lainnya. Namun jika siapapun yang ingin mengembangkan roket air, maka banyak metode dan desain roket air yang bisa dibuat dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kreatifitas.


      Cara pembuatan roket air sangatlah mudah, pembuatan roket air dapat digunakan dengan barang-barang bekas.
Bahan-bahan yang di perlukan :
  • 2 botol minuman mineral berukuran 1.5 liter (lebih baik lagi botol sisa minuman bersoda)
  • Lembaran polycarbonate (dipakai untuk atap kanopi) atau bisa pula styrofoam dan kardus bekas, tetapi cepat rusak.
  • 10-11 cable ties (pengikat kabel) ukuran besar
  • Pentil (air intake) sepedamotor
  • Potongan karet ban dalam
  • Penutup pipa paralon (dop; yang tanpa ulir) ukuran 1/2 inch
  • Kertas koran, lakban bening, lakban hitam tebal, double tape
  • Gunting, cutter, penggaris, lem paralon, serta lem super
 Cara Pembuatan :
  1. Ambil satu botol plastik bekas. potong bagian bawahnya. kemudian masukkan koran bekas atau plastisin dan padatkan di ujung botol. koran bekas ini nantinya berguna sebagai pemberat roket.

    Agar gulungan kertas tidak berpindah, bisa direkatkan dengan selotip
  2. Ambil botol plastik utuh lainnya. satukan dengan botol lainnya dengan memasukkan bagian pantat/bawahnya dalam bagian botol yang terbuka. perkuat dengan lakban bening.
  3. Ambil lembaran polycarbonate. buat pola/model sirip, lalu gunting. bisa 3 atau 4 lembar untuk satu roket.


    Kemudian, dengan doubletape rekatkan potongan polycarbonate tadi di bagian bawah roket (bagian botol yang tidak ada gulungan korannya). perkuat dengan lakban bening.




    Perhatikan posisi siripnya; harus seimbang di sekeliling roket. bila menggunakan 4 sirip, letaknya saling berhadapan.

  4. Buka tutup botol bagian bawah roket. lubangi dengan cutter (hinga muat untuk memasukkan paralon 1/2 inch). kemudian ambil potongan karet ban dalam, potong berbentuk lingkaran. hingga menjadi karet penyekat (seal) tutup botol.


Cara Membuat Peluncur
Roket (tipe Pelatuk Ian Clark)
:

Untuk meluncurkan roket air yang telah dibuat, kita perlu alat peluncur roketnya. Disini saya akan memberikan tahu cara pembuatan Peluncur Roket tipe Pelatuk Ian Clark.


Bahan-bahan :
  • Bagian hulu pipa PVC 1/2 inch
  • 2 soket penyumbat PVC 1/2 inch
  • 1 potong pipa PVC 1.25 inch
  • 1 soket T PVC 1/2 inch
  • 9 batang cable ties besar
Alat-alat :
  • Isolasi / lakban
  • lem PVC
  • Gergaji
  • Gunting


05.07 Smartvone





      Roket Air merupakan salah satu wujud dan media untuk mengasah serta menyalurkan kreatifitas siapapun yang ingin membuatnya, terutama siswa. Melalui media roket air bisa dipelajari banyak hukum dan pelajaran sains lainnya. Namun jika siapapun yang ingin mengembangkan roket air, maka banyak metode dan desain roket air yang bisa dibuat dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kreatifitas.


      Cara pembuatan roket air sangatlah mudah, pembuatan roket air dapat digunakan dengan barang-barang bekas.
Bahan-bahan yang di perlukan :
  • 2 botol minuman mineral berukuran 1.5 liter (lebih baik lagi botol sisa minuman bersoda)
  • Lembaran polycarbonate (dipakai untuk atap kanopi) atau bisa pula styrofoam dan kardus bekas, tetapi cepat rusak.
  • 10-11 cable ties (pengikat kabel) ukuran besar
  • Pentil (air intake) sepedamotor
  • Potongan karet ban dalam
  • Penutup pipa paralon (dop; yang tanpa ulir) ukuran 1/2 inch
  • Kertas koran, lakban bening, lakban hitam tebal, double tape
  • Gunting, cutter, penggaris, lem paralon, serta lem super
 Cara Pembuatan :
  1. Ambil satu botol plastik bekas. potong bagian bawahnya. kemudian masukkan koran bekas atau plastisin dan padatkan di ujung botol. koran bekas ini nantinya berguna sebagai pemberat roket.

    Agar gulungan kertas tidak berpindah, bisa direkatkan dengan selotip
  2. Ambil botol plastik utuh lainnya. satukan dengan botol lainnya dengan memasukkan bagian pantat/bawahnya dalam bagian botol yang terbuka. perkuat dengan lakban bening.
  3. Ambil lembaran polycarbonate. buat pola/model sirip, lalu gunting. bisa 3 atau 4 lembar untuk satu roket.


    Kemudian, dengan doubletape rekatkan potongan polycarbonate tadi di bagian bawah roket (bagian botol yang tidak ada gulungan korannya). perkuat dengan lakban bening.




    Perhatikan posisi siripnya; harus seimbang di sekeliling roket. bila menggunakan 4 sirip, letaknya saling berhadapan.

  4. Buka tutup botol bagian bawah roket. lubangi dengan cutter (hinga muat untuk memasukkan paralon 1/2 inch). kemudian ambil potongan karet ban dalam, potong berbentuk lingkaran. hingga menjadi karet penyekat (seal) tutup botol.


Cara Membuat Peluncur
Roket (tipe Pelatuk Ian Clark)
:

Untuk meluncurkan roket air yang telah dibuat, kita perlu alat peluncur roketnya. Disini saya akan memberikan tahu cara pembuatan Peluncur Roket tipe Pelatuk Ian Clark.


Bahan-bahan :
  • Bagian hulu pipa PVC 1/2 inch
  • 2 soket penyumbat PVC 1/2 inch
  • 1 potong pipa PVC 1.25 inch
  • 1 soket T PVC 1/2 inch
  • 9 batang cable ties besar
Alat-alat :
  • Isolasi / lakban
  • lem PVC
  • Gergaji
  • Gunting