Selasa, 29 Oktober 2013


20 Foto Keren Dengan Lensa Fisheye

Silahkan nikmati koleksi 20 foto super keren dengan lensa fisheye berikut ini:
Plutonium
Plutonium, 16mm HDR
Fisheye Fountain Sunrise
Fisheye Fountain , 9mm, f/4, ISO 100, 1,5s
Santorini Fisheye View
Santorini Fisheye View, 10mm f/6.3, ISO 100, 1/1250s
Queen Victoria Building, Sydney
Queen Victoria Building, 10mm , f/20, ISO 100, 1s
Silent Tunnel
Silent Tunnel, 10m, f/2.8, 1/30, ISO 100
The Shelby Street Bridge
The Shelby Street Bridge, 10mm, f/8, 1/15, ISO 200
Vancouver HDR
Vancouver HDR, 15mm, f/2.8 ISO 100
Times Square III
Times Square III
Exhibitionism
Exhibitionism, 10mm, f/10, 1/36
Fisheye Fever
Fisheye Fever, 15mm, f/11
Dan Deacon @ Coachella 2008
Dan Deacon @ Coachella 2008, 15mm, f/3.5, 1/160
Paris - Tour Eiffel
Paris – Tour Eiffel, 16mm, F8, 800 ISO, 16mm, 1/8s
Sunset over Iguazu
Sunset over Iguazu, 15mm, f/13, ISO 200, 1,3 s
The Middle of the Desert
The Middle of the Desert, 15mm, f/8, ISO 1600, 1/100
- Thank you!! -
Thank you!! -, 8mm, 1/250, f/4
A cow
A cow, 10mm, f/4.5, ISO 400, 1/180
Bibliothek 21
Bibliothek 21, 10mm, f/6.3, ISO 400, 1/30
Getty Villa (Inner Peristyle)  [Explored]
Getty Villa (Inner Peristyle) , 16mm, f/18, ISO 320, 1/80
Double Rainbow
Double Rainbow, ISO 100, 10mm , f/4.5, 1/90
St. Johannes Church, Stockholm
St. Johannes Church, 10mm, f/5.6, ISO 100, 5s
27DíasBali Uluwatus 2012 8 15
Días Bali Uluwatu, 1/15mm, f/5, ISO 200, 1/1250
14.42 Smartvone

20 Foto Keren Dengan Lensa Fisheye

Silahkan nikmati koleksi 20 foto super keren dengan lensa fisheye berikut ini:
Plutonium
Plutonium, 16mm HDR
Fisheye Fountain Sunrise
Fisheye Fountain , 9mm, f/4, ISO 100, 1,5s
Santorini Fisheye View
Santorini Fisheye View, 10mm f/6.3, ISO 100, 1/1250s
Queen Victoria Building, Sydney
Queen Victoria Building, 10mm , f/20, ISO 100, 1s
Silent Tunnel
Silent Tunnel, 10m, f/2.8, 1/30, ISO 100
The Shelby Street Bridge
The Shelby Street Bridge, 10mm, f/8, 1/15, ISO 200
Vancouver HDR
Vancouver HDR, 15mm, f/2.8 ISO 100
Times Square III
Times Square III
Exhibitionism
Exhibitionism, 10mm, f/10, 1/36
Fisheye Fever
Fisheye Fever, 15mm, f/11
Dan Deacon @ Coachella 2008
Dan Deacon @ Coachella 2008, 15mm, f/3.5, 1/160
Paris - Tour Eiffel
Paris – Tour Eiffel, 16mm, F8, 800 ISO, 16mm, 1/8s
Sunset over Iguazu
Sunset over Iguazu, 15mm, f/13, ISO 200, 1,3 s
The Middle of the Desert
The Middle of the Desert, 15mm, f/8, ISO 1600, 1/100
- Thank you!! -
Thank you!! -, 8mm, 1/250, f/4
A cow
A cow, 10mm, f/4.5, ISO 400, 1/180
Bibliothek 21
Bibliothek 21, 10mm, f/6.3, ISO 400, 1/30
Getty Villa (Inner Peristyle)  [Explored]
Getty Villa (Inner Peristyle) , 16mm, f/18, ISO 320, 1/80
Double Rainbow
Double Rainbow, ISO 100, 10mm , f/4.5, 1/90
St. Johannes Church, Stockholm
St. Johannes Church, 10mm, f/5.6, ISO 100, 5s
27DíasBali Uluwatus 2012 8 15
Días Bali Uluwatu, 1/15mm, f/5, ISO 200, 1/1250

Minggu, 06 Oktober 2013

dapat diartikan sebagai gerak pergeseran suatu benda dengan bentuk dan lintasan yang sama. Di sini kita akan membahas gerak translasi dengan menggunakan vektor dalam tinjauan dua dimensi x dan y.  Untuk memahami penjelasan di bawah tentang gerak translasi kita membutuhkan kemapuan matematika diferensial dan integral serta memhami dengan baik makna dari diferensial dan integral.
1. Perpindahan dan Jarak
Kalian sering mendengar atau mengucapkan kata bergerak. Apa sebenarnya arti bergerak dalam ilmu fisika? Apakah kalian sudah mengerti? Benda dikatakan bergerak jika mengetahui perubahan posisi atau kedudukan. Coba kalian perhatikan gambar berikut ini.

Vektor Posisi
Posisi atau kedudukan titik A dan titik B dapat dituliskan sebagai vektor dua dirumuskan sebagai berikut.
r = xi + yj …………………………… (1.1)
Partikel dari titik A pindah ke titik B maka partikel tersebut dikatakan telah bergerak dan perpindahannya memenuhi persamaan berikut.
Δr = rBratau Î”r = Δxi + Δyj …………………………… (1.2)
Jarak tempuh
Perpindahan partikel pada Gambar di atas digambarkan sebagai vektor dari A ke B yaitu vektor Δr. Bagaimana dengan jarak tempuhnya? Jarak tempuh partikel adalah panjang lintasan yang dilakukan partikel selama bergerak.
2. Kecepatan dan Laju
Setiap benda yang bergerak selalu mengalami perpindahan. Perpindahan yang terjadi tiap satu satuan waktunya diukur dengan besaran yang dinamakan kecepatan. Di kelas X kalian telah belajar tentang kecepatan. Apakah masih ingat? Coba kalian perhatikan penjelasan berikut.
a. Kecepatan dan kelajuan rata-rata
Jika kita naik mobil atau sepeda motor, kecepatannya tidaklah tetap. Kadang bisa cepat dan kadang lambat, bahkan saat lampu merah harus berhenti. Pada gerak dari awal hingga akhir dapat diperoleh suatu kecepatan yang dinamakan kecepatan rata-rata dan didefinisikan sebagai perpindahan tiap satu satuan waktu. Perumusannya sebagai berikut.
\vec{V}= \frac{\Delta r}{\Delta t} …………………………… (1.3)
Laju rata-rata. Bagaimana dengan laju rata-rata? Kecepatan adalah besaran vektor maka berkaitan dengan perpindahan. Tetapi laju merupakan besaran skalar maka  harus berkaitan dengan jarak tempuh. Sehingga laju ratarata didefinisikan sebagai jarak tempuh yang terjadi tiap satu satuan waktu.
\vec{V}= \frac{s}{t}…………………………… (1.4)
b. Kecepatan dan kelajuan sesaat
Kalian tentu masih ingat di kelas X tentang kecepatan sesaat. Kecepatan sesaat merupakan kecepatan yang terjadi pada saat itu saja. Contohnya pada saat lampu merah kecepatan mobil sebesar nol, kemudian saat lampu hijau mobil tersebut diberikan kecepatan 20 km/jam ke utara.
Secara matematik kecepatan sesaat ini dapat dirumuskan sebagai deferensial atau turunan fungsi yaitu fungsi posisi. Jadi  kecepatan sesaat adalah deferensial dari posisinya.
\vec{V}= \frac{dr}{dt}…………………………… (1.5)
Sedangkan laju sesaat dapat ditentukan sama dengan besar kecepatan sesaat. Laju sesaat inilah yang dapat diukur dengan alat yang dinamakan speedometer.
Sudah tahukah kalian dengan deferensial fungsi itu? Tentu saja sudah. Besaran posisi atau kecepatan biasanya memenuhi fungsi waktu. Deferensial fungsi waktu tersebut dapat memenuhi persamaan berikut.
Jika r = t^{n}
maka v = \frac{dr}{dt} = nt^{n-1}…………………………… (1.6)
Pada gerak dua dimensi, persamaan 1.5 dan 1.6 dapat dijelaskan dengan contoh gerak perahu seperti pada berikut ini.

Gerak perahu
Secara vektor, kecepatan perahu dapat diuraikan dalam dua arah menjadi vx dan vy. Posisi tiap saat memenuhi P(x,y). Berarti posisi  erahu atau benda dapat memenuhi persamaan 1.1. dari persamaan itu dapat diturunkan persamaan kecepatan arah sumbu x dan sumbu y sebagai berikut.
r = xi + yj
\frac{dr}{dt} = \frac{dx}{dt} i + \frac{dy}{dt} j
V = V_{x}i + V_{y}j…………………………… (1.7)
Jadi proyeksi kecepatannya memenuhi :
V_{x} = \frac{dx}{dt} dan V_{y} = \frac{dy}{dt}
Besar kecepatan sesaat, secara vektor dapat memenuhi dalil Pythagoras. Kalian tentu dapat merumuskan persamaan besar kecepatan tersebut. Perhatikan persamaan 1.7. Dari persamaan itu dapat kalian peroleh :
\left | V \right | = \sqrt{V_{x}^{2}+V_{y}^{2}}……………………. (1.8)
c. Posisi dan kecepatan
Jika kecepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial posisi maka secara matematis posisi dapat ditentukan dari integral kecepatan sesaatnya. Integral ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
r=r_{0}+\int vdt…………………………. (1.9)
Definisi integral secara mendetail dapat kalian pelajari di mata pelajaran Matematika. Untuk mata pelajaran Fisika kelas XI ini dikenalkan untuk fungsi tn Perhatikan persamaan berikut
\int t^{n}dt=\frac{t^{n+1}}{n+1}+C………………………. (1.10)
3. Percepatan
a. Nilai rata-rata dan sesaat
Sesuai dengan kecepatan, percepatan juga memiliki dua nilai. Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan tiap satu satuan waktu.
\vec{a}=\frac{\Delta V}{\Delta t} ………………………. (1.11)
Sedangkan percepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial dari kecepatan sesaatnya.
\vec{a}=\frac{dV}{dt}………………………. (1.12)
b. Kecepatan dan percepatan
Jika percepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial dari kecepatan sesaat maka sebaliknya berlaku integral berikut.
V = V_{0}+ \int a dt………………………. (1.13)
07.16 Smartvone
dapat diartikan sebagai gerak pergeseran suatu benda dengan bentuk dan lintasan yang sama. Di sini kita akan membahas gerak translasi dengan menggunakan vektor dalam tinjauan dua dimensi x dan y.  Untuk memahami penjelasan di bawah tentang gerak translasi kita membutuhkan kemapuan matematika diferensial dan integral serta memhami dengan baik makna dari diferensial dan integral.
1. Perpindahan dan Jarak
Kalian sering mendengar atau mengucapkan kata bergerak. Apa sebenarnya arti bergerak dalam ilmu fisika? Apakah kalian sudah mengerti? Benda dikatakan bergerak jika mengetahui perubahan posisi atau kedudukan. Coba kalian perhatikan gambar berikut ini.

Vektor Posisi
Posisi atau kedudukan titik A dan titik B dapat dituliskan sebagai vektor dua dirumuskan sebagai berikut.
r = xi + yj …………………………… (1.1)
Partikel dari titik A pindah ke titik B maka partikel tersebut dikatakan telah bergerak dan perpindahannya memenuhi persamaan berikut.
Δr = rBratau Î”r = Δxi + Δyj …………………………… (1.2)
Jarak tempuh
Perpindahan partikel pada Gambar di atas digambarkan sebagai vektor dari A ke B yaitu vektor Δr. Bagaimana dengan jarak tempuhnya? Jarak tempuh partikel adalah panjang lintasan yang dilakukan partikel selama bergerak.
2. Kecepatan dan Laju
Setiap benda yang bergerak selalu mengalami perpindahan. Perpindahan yang terjadi tiap satu satuan waktunya diukur dengan besaran yang dinamakan kecepatan. Di kelas X kalian telah belajar tentang kecepatan. Apakah masih ingat? Coba kalian perhatikan penjelasan berikut.
a. Kecepatan dan kelajuan rata-rata
Jika kita naik mobil atau sepeda motor, kecepatannya tidaklah tetap. Kadang bisa cepat dan kadang lambat, bahkan saat lampu merah harus berhenti. Pada gerak dari awal hingga akhir dapat diperoleh suatu kecepatan yang dinamakan kecepatan rata-rata dan didefinisikan sebagai perpindahan tiap satu satuan waktu. Perumusannya sebagai berikut.
\vec{V}= \frac{\Delta r}{\Delta t} …………………………… (1.3)
Laju rata-rata. Bagaimana dengan laju rata-rata? Kecepatan adalah besaran vektor maka berkaitan dengan perpindahan. Tetapi laju merupakan besaran skalar maka  harus berkaitan dengan jarak tempuh. Sehingga laju ratarata didefinisikan sebagai jarak tempuh yang terjadi tiap satu satuan waktu.
\vec{V}= \frac{s}{t}…………………………… (1.4)
b. Kecepatan dan kelajuan sesaat
Kalian tentu masih ingat di kelas X tentang kecepatan sesaat. Kecepatan sesaat merupakan kecepatan yang terjadi pada saat itu saja. Contohnya pada saat lampu merah kecepatan mobil sebesar nol, kemudian saat lampu hijau mobil tersebut diberikan kecepatan 20 km/jam ke utara.
Secara matematik kecepatan sesaat ini dapat dirumuskan sebagai deferensial atau turunan fungsi yaitu fungsi posisi. Jadi  kecepatan sesaat adalah deferensial dari posisinya.
\vec{V}= \frac{dr}{dt}…………………………… (1.5)
Sedangkan laju sesaat dapat ditentukan sama dengan besar kecepatan sesaat. Laju sesaat inilah yang dapat diukur dengan alat yang dinamakan speedometer.
Sudah tahukah kalian dengan deferensial fungsi itu? Tentu saja sudah. Besaran posisi atau kecepatan biasanya memenuhi fungsi waktu. Deferensial fungsi waktu tersebut dapat memenuhi persamaan berikut.
Jika r = t^{n}
maka v = \frac{dr}{dt} = nt^{n-1}…………………………… (1.6)
Pada gerak dua dimensi, persamaan 1.5 dan 1.6 dapat dijelaskan dengan contoh gerak perahu seperti pada berikut ini.

Gerak perahu
Secara vektor, kecepatan perahu dapat diuraikan dalam dua arah menjadi vx dan vy. Posisi tiap saat memenuhi P(x,y). Berarti posisi  erahu atau benda dapat memenuhi persamaan 1.1. dari persamaan itu dapat diturunkan persamaan kecepatan arah sumbu x dan sumbu y sebagai berikut.
r = xi + yj
\frac{dr}{dt} = \frac{dx}{dt} i + \frac{dy}{dt} j
V = V_{x}i + V_{y}j…………………………… (1.7)
Jadi proyeksi kecepatannya memenuhi :
V_{x} = \frac{dx}{dt} dan V_{y} = \frac{dy}{dt}
Besar kecepatan sesaat, secara vektor dapat memenuhi dalil Pythagoras. Kalian tentu dapat merumuskan persamaan besar kecepatan tersebut. Perhatikan persamaan 1.7. Dari persamaan itu dapat kalian peroleh :
\left | V \right | = \sqrt{V_{x}^{2}+V_{y}^{2}}……………………. (1.8)
c. Posisi dan kecepatan
Jika kecepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial posisi maka secara matematis posisi dapat ditentukan dari integral kecepatan sesaatnya. Integral ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
r=r_{0}+\int vdt…………………………. (1.9)
Definisi integral secara mendetail dapat kalian pelajari di mata pelajaran Matematika. Untuk mata pelajaran Fisika kelas XI ini dikenalkan untuk fungsi tn Perhatikan persamaan berikut
\int t^{n}dt=\frac{t^{n+1}}{n+1}+C………………………. (1.10)
3. Percepatan
a. Nilai rata-rata dan sesaat
Sesuai dengan kecepatan, percepatan juga memiliki dua nilai. Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan tiap satu satuan waktu.
\vec{a}=\frac{\Delta V}{\Delta t} ………………………. (1.11)
Sedangkan percepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial dari kecepatan sesaatnya.
\vec{a}=\frac{dV}{dt}………………………. (1.12)
b. Kecepatan dan percepatan
Jika percepatan sesaat dapat ditentukan dengan deferensial dari kecepatan sesaat maka sebaliknya berlaku integral berikut.
V = V_{0}+ \int a dt………………………. (1.13)
A. Konsep Dasar

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.

     B. Termodinamika I
Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannya dengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan. Termodinamika merupakan ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja.
Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari termokimia.” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alam semesta adalah konstan.” hukum termodinamika 1
Perubahan kalor pada tekanan konstan:
∆H = ∆E + P∆V
W= P∆V
∆E = energi dalam
Hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sbg
∆U = Q – W
∆U = perubahan tenaga dalam sistem
Q = panas yang masuk/keluar dari sistem
W = Usaha yang dilakukan thp sistem


06.27 Smartvone
A. Konsep Dasar

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.

     B. Termodinamika I
Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannya dengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan. Termodinamika merupakan ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja.
Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari termokimia.” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alam semesta adalah konstan.” hukum termodinamika 1
Perubahan kalor pada tekanan konstan:
∆H = ∆E + P∆V
W= P∆V
∆E = energi dalam
Hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sbg
∆U = Q – W
∆U = perubahan tenaga dalam sistem
Q = panas yang masuk/keluar dari sistem
W = Usaha yang dilakukan thp sistem


Rabu, 28 Agustus 2013

Hi, teman teman.
kali ini saya berbagi aplikasi Edmodo versi android nihh..
Silahkan berkenan download aja langsung...

Via Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fusionprojects.edmodo&hl=en
Alternatif     .............. Click to download ..............
Edmodo for the Android makes it easy for teachers and students to stay connected and share information. Use your Android phone to send notes, post replies, and check messages and upcoming events while away from the classroom.

Recent changes:
- Gradebook for teachers and grades view for students
- Submitting assignments
- Grading assignments
- Performance enhancements
- Bug fixes

Latest version: 2.2 (for Android version 2.1 and higher, supports App2SD)
Edmodo SCREENSHOTS
 
 
17.20 Smartvone
Hi, teman teman.
kali ini saya berbagi aplikasi Edmodo versi android nihh..
Silahkan berkenan download aja langsung...

Via Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fusionprojects.edmodo&hl=en
Alternatif     .............. Click to download ..............
Edmodo for the Android makes it easy for teachers and students to stay connected and share information. Use your Android phone to send notes, post replies, and check messages and upcoming events while away from the classroom.

Recent changes:
- Gradebook for teachers and grades view for students
- Submitting assignments
- Grading assignments
- Performance enhancements
- Bug fixes

Latest version: 2.2 (for Android version 2.1 and higher, supports App2SD)
Edmodo SCREENSHOTS
 
 

Minggu, 25 Agustus 2013




       Assalamu’alaikum wr.wb.
            Teman-teman yang saya banggakan kali ini saya akan mencoba mengekspresikan sebuah peristiwa semasa lepas dari tittle RSBI.
            Sebelumnya, kalian tahu apa itu RSBI ?
Yap, silahkan ente, anda, kalian mengartikanya sendiri hehe…..
Tapi menurut saya RSBI itu adalah sebuah gelar untuk sekolah terpilih dengan tujuan agar mutu pendidikannya meningkat setara dengan basis internasional….
            Mendapat Gelar RSBI itu sebenarnya enak, lantas fasilitas yang diberikan lebih nyaman pastinya. Namun tak senyaman rumahku heheehe….
Contoh fasilitas yang bias dirasakan yaitu : AC, Kursi Empuk, gedung baru sudah itu aja dulu…
Sebenarnya ada rencana buat building atau bangun gedung yang megah, tapi suatu hari keputusan dateng ditengah jalan [RSBI Bubar] ada senang dan tidaknya…
Senangnya karena jam tambahan ikut bubar hehehe……
yah tak senangnya karena prihatin lihat planning yang terhambat..
            Naik kelas, Mendapati gedung baru lagi… semuanya serba baru, kecuali meja, kursi, papan tulis. Anehnya saking pingin yang baru sampe tak mau terlalu banyak memakai barang bekas, contohlah penghapus pun tak ada. Kan penghapus harus ada ?
yah, maka dari itu pakai saja gabus bekas hehe…
mungkin itu mencerminkan ketiadaan RSBI wkwkwkwkw…
            Akhirnya kita harus menikmati keadaan seperi ini, sayangnya di kelasku belum terpasok listrik (sedihnya)….
Mungkin cerita ini bisa buat cerminan untuk memperbaiki pelayanan sekolah bukan  untuk kesenangan dan bukan untuk melecehkan sekolahh…
            Kurang lebihnya saya mohon maaf, tak konsen bikin nih cerita hehehe. Soalnya lagi asik nonton Moto GP seri checko …..
            Wassalamu’alaikum…..
19.08 Smartvone



       Assalamu’alaikum wr.wb.
            Teman-teman yang saya banggakan kali ini saya akan mencoba mengekspresikan sebuah peristiwa semasa lepas dari tittle RSBI.
            Sebelumnya, kalian tahu apa itu RSBI ?
Yap, silahkan ente, anda, kalian mengartikanya sendiri hehe…..
Tapi menurut saya RSBI itu adalah sebuah gelar untuk sekolah terpilih dengan tujuan agar mutu pendidikannya meningkat setara dengan basis internasional….
            Mendapat Gelar RSBI itu sebenarnya enak, lantas fasilitas yang diberikan lebih nyaman pastinya. Namun tak senyaman rumahku heheehe….
Contoh fasilitas yang bias dirasakan yaitu : AC, Kursi Empuk, gedung baru sudah itu aja dulu…
Sebenarnya ada rencana buat building atau bangun gedung yang megah, tapi suatu hari keputusan dateng ditengah jalan [RSBI Bubar] ada senang dan tidaknya…
Senangnya karena jam tambahan ikut bubar hehehe……
yah tak senangnya karena prihatin lihat planning yang terhambat..
            Naik kelas, Mendapati gedung baru lagi… semuanya serba baru, kecuali meja, kursi, papan tulis. Anehnya saking pingin yang baru sampe tak mau terlalu banyak memakai barang bekas, contohlah penghapus pun tak ada. Kan penghapus harus ada ?
yah, maka dari itu pakai saja gabus bekas hehe…
mungkin itu mencerminkan ketiadaan RSBI wkwkwkwkw…
            Akhirnya kita harus menikmati keadaan seperi ini, sayangnya di kelasku belum terpasok listrik (sedihnya)….
Mungkin cerita ini bisa buat cerminan untuk memperbaiki pelayanan sekolah bukan  untuk kesenangan dan bukan untuk melecehkan sekolahh…
            Kurang lebihnya saya mohon maaf, tak konsen bikin nih cerita hehehe. Soalnya lagi asik nonton Moto GP seri checko …..
            Wassalamu’alaikum…..

Jumat, 16 Agustus 2013

a. Marcello Malpighi (1628 - 1694) ilmuwan/dokter Italia mempelajari struktur sel "globules" dan "sacculus" menemukan kapiler darah dan dianggap sebagai Bapak Anatomi Mikroskopi.

b. Antoni van Leuweenhoek (1632 - 1723) Ahli mikroskopi belanda, mempelajari strutur selluler tumbuhan dan hewan telah berhasil membuat mikroskop dan pertama kali mengamati serta mendiskripsikan organisme bersel satu yang di sebut sebagai Animalkules dan a di kenal sebagai tokoh mikrobiologi.

c. Nehemiah Grew (1641 - 1712), dokter Inggris, mempelajari struktur mikroskopis jarinag
tumbuhan.

d. Robert Hooke (1635 - 1703), ilmuwan Inggris, mempelajari struktur mikroskopis dan tipe objek alami, penelitiannya menggunakan gabus tubuhan.

e. Edmud B Wilson (1856 - 1939), ahli sitologi Amerika Serikat, menulis buku berjudul "The Cell in Development and Heredity", penelitian sel dan fenomena biologis.

f. Jacob Schleiden (1804 - 1881) dan Theodore Schwan (1810- 1882) kedua ilmuwan ini mengadaka n pengamatan sel tumbuhan dan sel hewan dan berkesimpulan setiap makhluk hidup terdiri dari sel, sel sebagai unit struktural makhluk hidup.

g. Max Schultze (1825 - 1874) menyatakan protoplasma merupakan dasr fisik kehidupan, dan ia menyimpulkan sel merupakan unit fungsional makhluk hidup.

h. Rudolf Virchow (1821- 1902) berpendapat sel merupakan unit pertumbuhan makhluk hidup.

i. Robert Brown (1812) ia menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel dan disebut nukleus.

j. Felix Durjadin (1835) ia beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan yang disebut protoplasma.

k. Johanes Purkinye (1787 - 1869) ia pertama kali mengajukan protoplasma untuk menamai bahan embrio sel telur.

l. Thomas huxley
Thomas huxley menyatakan Teori Selnya yang berbutnyi 'Sel merupakan kesatuan fisik kimia
08.54 Smartvone
a. Marcello Malpighi (1628 - 1694) ilmuwan/dokter Italia mempelajari struktur sel "globules" dan "sacculus" menemukan kapiler darah dan dianggap sebagai Bapak Anatomi Mikroskopi.

b. Antoni van Leuweenhoek (1632 - 1723) Ahli mikroskopi belanda, mempelajari strutur selluler tumbuhan dan hewan telah berhasil membuat mikroskop dan pertama kali mengamati serta mendiskripsikan organisme bersel satu yang di sebut sebagai Animalkules dan a di kenal sebagai tokoh mikrobiologi.

c. Nehemiah Grew (1641 - 1712), dokter Inggris, mempelajari struktur mikroskopis jarinag
tumbuhan.

d. Robert Hooke (1635 - 1703), ilmuwan Inggris, mempelajari struktur mikroskopis dan tipe objek alami, penelitiannya menggunakan gabus tubuhan.

e. Edmud B Wilson (1856 - 1939), ahli sitologi Amerika Serikat, menulis buku berjudul "The Cell in Development and Heredity", penelitian sel dan fenomena biologis.

f. Jacob Schleiden (1804 - 1881) dan Theodore Schwan (1810- 1882) kedua ilmuwan ini mengadaka n pengamatan sel tumbuhan dan sel hewan dan berkesimpulan setiap makhluk hidup terdiri dari sel, sel sebagai unit struktural makhluk hidup.

g. Max Schultze (1825 - 1874) menyatakan protoplasma merupakan dasr fisik kehidupan, dan ia menyimpulkan sel merupakan unit fungsional makhluk hidup.

h. Rudolf Virchow (1821- 1902) berpendapat sel merupakan unit pertumbuhan makhluk hidup.

i. Robert Brown (1812) ia menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel dan disebut nukleus.

j. Felix Durjadin (1835) ia beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan yang disebut protoplasma.

k. Johanes Purkinye (1787 - 1869) ia pertama kali mengajukan protoplasma untuk menamai bahan embrio sel telur.

l. Thomas huxley
Thomas huxley menyatakan Teori Selnya yang berbutnyi 'Sel merupakan kesatuan fisik kimia

Selasa, 06 Agustus 2013

Assalamu'alaikum wr.wb....

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih untuk mengunujungi situs ini....

Mohon maaf sebesar-besarnya kami ucapkan,
Minal Aidzin Wal Faidzin...
mohon maaf lahir & batin

sebelum menjelang id fitri sahabat yang berbahagia telah melaksanakan acara BUKBER ( buka bersama ), yang dilaksanakan pada... :

1. Tempat : Rmh. F. Nada
2. Waktu  : Senin, 5 Agustus 2013

Semoga kenangan kita akan membawa kita untuk selalu ingat temat semasa kalian sekolah :)
Semoga kesuksesan dapat anda Raih !!!


Cara Download :: ( 4shared )
1. Klik Link download
2. Klik Unduh/Download
3 Wait 20 sec
4. Download Otomatis Muncul
5. save file


#############

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

#############################

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

#############################

$$$$$$$$$$$$$$$$$$

###########

Silahkan  Klik Di atas untuk DOWNLOAD !!
07.01 Smartvone
Assalamu'alaikum wr.wb....

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih untuk mengunujungi situs ini....

Mohon maaf sebesar-besarnya kami ucapkan,
Minal Aidzin Wal Faidzin...
mohon maaf lahir & batin

sebelum menjelang id fitri sahabat yang berbahagia telah melaksanakan acara BUKBER ( buka bersama ), yang dilaksanakan pada... :

1. Tempat : Rmh. F. Nada
2. Waktu  : Senin, 5 Agustus 2013

Semoga kenangan kita akan membawa kita untuk selalu ingat temat semasa kalian sekolah :)
Semoga kesuksesan dapat anda Raih !!!


Cara Download :: ( 4shared )
1. Klik Link download
2. Klik Unduh/Download
3 Wait 20 sec
4. Download Otomatis Muncul
5. save file


#############

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

#############################

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

#############################

$$$$$$$$$$$$$$$$$$

###########

Silahkan  Klik Di atas untuk DOWNLOAD !!

Sabtu, 03 Agustus 2013

Teknik Fotografi - Ide pemotretan di malam hari bisa menjadi hal yang sedikit rumit bagi seorang fotografer pemula, tetapi bagaimanapun juga dunia fotografi adalah seni, karya serta sebuah teknologi yang sepenuhnya berhubungan dengan cahaya. Apapun itu bentuk fotografinya, entah itu film atau digital tidak menjadi masalah, yang pasti adalah Kita membutuhkan cahaya untuk membuat sebuah foto.

nightscapes-cityscapes
Malam hari adalah suatu kondisi waktu dimana tidak ada sama sekali cahaya matahari, dan bagi kebanyakan orang berpikir itu adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan aktivitas fotografi. Dalam pengartian yang lebih luas, pemahaman intuitif serta tingkat kepentingan cahaya mutlak harus ada di dalam fotografi. Bagi fotografer, malam bisa menjadi sebuah tantangan bagi mereka, karena pada waktu itu lah seorang fotografer tidak menemui berkas-berkas cahaya yang indah turun dari langit yang terpantul ke seluruh penjuru detail subyek dan semuanya bisa menjadikan sebuah foto bisa tampak sangat menarik. Menantang bukan berarti tidak mungkin, fotografi malam hari tidak saja tidak mungkin, tetapi akan menjadi sebuah wadah menuangkan kreatifitas serta bisa membantu Anda memberikan style pada hasil kerja fotografi Anda.

Malam Hari

Luangkan sedikit waktu Anda ketika malam hari tiba, pergi keluar nikmati remang-remang yang ada setelah matahari tenggelam. Latih mata Anda dengan mengobservasi lingkungan sekitar, temukan semua perbedaan antara siang hari dan malam hari, semua hal yang benar-benar unik anda temuakan di malam hari. Perhatikan bagaimana bayangan tercipta di kolam-kolam taman kota, bagaimana warna-warni termutasi serta bercampur baur dengan lampu taman serta lampu jalanan. Rasakan nuansa malam hari, seberapa besar cahaya malam hari bisa merubah penampilan sebuah pohon besar, atau mobil yang sedang di parkir di ujung jalan, yang biasanya tampak begitu membosankan dan ketika malam hari akan tampak berkilauan di bawah sinar rembulan.

Kota di Malam Hari

nightscapes-cityscapes
Pemandangan perkotaan pada waktu malam hari bisa menjadi wadah menggali kreatifitas bagi seorang fotografer. Tidak ada cahaya matahari sama sekali, tetapi terdapat begitu banyak titik-titik sumber cahaya dengan kualitas tone cahaya yang unik dari berbagai arah. InFotografi.com akan mencoba berbagi pengalaman ketika melakukan kegiatan fotografi di malam hari ke dalam beberapa rekomendasi di bawah ini, dengan membaca artikel ini secara penuh, harapan kami Anda mampu untuk menggali kemampuan Anda untuk mengambil foto-foto terbaik Anda.

 

Perangkat fotografi yang tepat

Anda tidak akan bisa memotret keindahan malam hari hanya dengan kamera saku, dimana di dalam sistem kamera tersebut tidak memiliki kendali penuh terhadap fitur-fitur fotografi. Anda akan kesulitan mendapatkan gambar impian Anda jika hanya mengandalkan pemotretan bisa (bidik dan jepret). Untuk memotret di malam hari setidaknya bawa serta perangkat-perangkat di bawah ini beserta Anda:
  • Tripod, kokoh tetapi cukup ringan memudahkan untuk mobilitas.
  • DSLR
  • Remote Shutter Release
  • Lensa wide-angle (Optional), kebanyakan foto dramatis di malam hari dihasilkan oleh lensa wide
  • Lens hood, berfungsi untuk mengurangi flare lensa.

Mungkin timbul pertanyaan pada diri Anda, kenapa tidak ada rekomendasi tentang penggunaan flash? Artikel ini mengasumsikan Anda berada di tengah kota dan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik cukup kecil sekali, dan Anda masih bisa melihat suasana kota dengan intensitas cahaya yang cukup. Keadaaan serta kondisi sebuah kota mungkin bervariasi, jadi jika Anda merasa perlu untuk membawa flash, maka tidak ada salahnya Anda membawanya, toh perangkat fotografi tersebut cukup ringan untuk di bawa bukan? 

 

Kenali dan pahami perangkat fotografi yang Anda bawa

Kemungkinan besar Anda akan menemui kegelapan, tentu saja karena pada saat itu adalah malam hari. Pastikan Anda tahu dan mengerti bagaimana mengoperasikan DSLR di dalam gelap. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pengaturan terlebih dahulu sebelum berangkat dan semuanya siap pada saat pemotretan. Anda juga harus terbiasa dengan bagaimana cara memasang remote shutter release serta tripod. Memang hal tersebut merupakan hal yang sepele serta mudah, tetapi jika di lakukan dalam kegelapan tentunya akan sedkit merepotkan.
Cobalah mengenali karakter lensa serta kamera Anda, bagaimana ketika kamera berinteraksi dengan kondisi cahaya minim. Beberapa kamera mungkin bisa lebih baik melakukan auto-focus ketika berada di cahaya remang. Anda kemungkinan besar harus menggunakan manual-focus untuk mendapatkan hasil terbaik, jika AF terus menerus mencari titik fokus, Anda bisa melakukan cara alternatif dengan mengarahkan kamera ke bulan atau sumber cahaya di kejauhan, biarkan AF memfokuskan pada titik paling jauh, komposisi ulang dan potretlah. Hasil pemotretan DSLR juga bervariasi pada pengaturan ISO tinggi serta long-exposure (tingkat noise). Jika Anda memang bertujuan merekam pergerakan dan ingin menangkapnya dalam freeze-frame maka tentunya Anda akan menggunakan ISO tinggi, dan mungkin juga bukaan lensa yang sangat lebar. Hal yang perlu diingat adalah sebuah tripod bisa menjadi tumpuan DSLR di satu tempat, tetapi tidak efektif untuk merekam pergerakan sebuah subyek.

 

Ketahui apa yang Anda inginkan

Apakah Anda mencari freeze-frame di dalam kegelapan? hal tersebut bisa dikatakan sangat sulit jika berbicara tentang teknologi kamera yang Anda gunakan. Anda akan memerlukan pengaturan ISO yang cukup tinggi serta menggunakan lensa yang cukup cepat (bukaan lebar seperti f/2.8 atau f/1.7). Hasilnya pasti akan memiliki kedalaman fokus yang sempit dan berpotensial sekali memiliki banyak noise. Anda juga akan memerlukan ISO tinggi serta aperture cepat jika mencoba untuk memotret tanpa tripod, mungkin bisa Anda lakukan dengan teknologi pada kamera baru, tetapi bersiaplah melakukan pengurangan noise pada saat mengolah foto-foto tersebut.
Akan berkebalikan jika Anda ingin membuat foto atau gambar berkas cahaya dari mobil yang melewati jalan raya atau menggunakan long-exposures untuk mengambil fenomena cahaya di malam hari. Anda bisa menggunakan ISO rendah (contoh : 100) untuk mengurangi noise dan bukaan kecil (small-aperture) f/8 yang bisa melebarkan depth-of-field. Hal ini berarti shutter akan terbuka lebih lama, membiarkan cahaya lampu-lampu mobil masuk dan mengisi frame dengan lebih detail ke dalam sensor kamera. Yang harus Anda perhatikan adalah, bahwa kebanyakan DSLR memiliki pengaturan shutter otomatis sampai pada 30 detik, jadi jika Anda membutuhkan shutter lebih lama untuk mendapatkan exposure yang tepat maka Anda harus tahu bagaimana menggunakan mode Bulb pada kamera Anda. Bulb merupakan mode kamera dimana shutter-speed ditentukan dari berapa lama Anda menekan tombol shutter-release, dan akan sangat membantu jika Anda menggunakan tripod.
Satu hal yang juga perlu diingat bahwa sejauh ini sensor digital memiliki karakter lebih lama shutter terbuka, maka noise yang tercipta juga akan semakin banyak, hal ini terlepas dari pengaturan ISO di dalam kamera. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa memanfaatkan fitur Noise-Reduction yang ada di dalam kamera Anda. Kebanyakan DSLR secara otomatis melakukan hal ini pada saat pengambilan gambar long-exposures, dan biasanya waktu yang dibutuhkan adalah sama dengan rentang waktu shutter terbuka.

 

Kenali Kota Anda

Setiap kota pasti berbeda, dari tata kota, tempat-tempat menarik, penduduk, semuanya membentuk karakter kota tersebut, dan semua elemen-elemen itu kecuali tata-kota pasti berubah ketika malam hari tiba. Anda seharusnya paling tidak memiliki pengetahuan dan mengenal tentang kota yang akan Anda potret di malam hari, Atau bisa juga Anda membawa serta teman atau seseorang yang lebih mengenal kota tersebut. Kota-kota besar selalu menawarkan peluang besar untuk melakukan pemotretan arsitektural yang artistik. Kota besar juga bisa menjadi berbahaya di malam hari, khususnya bagi seorang fotografer yang berkalung kamera berharga jutaan rupiah.
Kenali Kota Anda untuk alasan keamanan, sebelum Anda turun ke jalan dengan kamera menggelantung di leher. Cobalah berjalan keliling kota di siang hari! kenali jalanan serta di mana tempat-tempat seperti taman, patung, monumen yang membuat Anda tertarik. Pergilah juga keluar di malam hari tanpa kamera, dan kenali bagaimana semuanya terlihat di malam hari.
Tetap waspada dan bukalah mata Anda, perhatikan keadaan sekitar dan berjalanlah dengan rasa percaya diri, jangan sampai Anda terlihat seperti seorang turis yang sedang memotret. Memotretlah secara berkelompok jika itu memungkinkan, atau setidaknya pergilah bersama seorang teman yang bisa melihat apa yang terjadi di belakang Anda.
nightscapes-cityscapes
Anda juga bisa melakukan aktivitas Nightscapes ini pada saat semua penduduk kota terlelap. Seperti pada saat sebelum subuh di hari Minggu sekitar pukul 3:30 atau 4:00, kafe-kafe pinggir jalan sudah tutup, kondisi malam hari masih sama gelapnya, dan cahaya lampu juga masih dengan kualitas yang sama kecuali hal ini tidak berlaku jika Anda memang bertujuan memotret kehidupan malam di sepanjang jalanan kota. Memotret pada saat subuh juga akan memberikan sensasi perubahan warna dari langit yang hitam perlahan-lahan berubah menjadi kemerahan seiring dengan terbitnya matahari, dan pada akhirnya Anda akan mendapatkan "magic-hour" yang berasal dari matahari itu sendiri.

 

Kenali Cuaca

Pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya dalam nightscape photography adalah cuaca. Percaya atau tidak pemandangan kota di malam hari akan terasa menakjubkan setelah hujan deras dan menyebabkan jalanan basah yang berkilauan memantulkan cahaya lampu kota, tetapi hujan yang turun dengan derasnya pada saat Anda memotret akan menjadi kejadian yang menjengkelkan. Anda juga perlu memperhatikan bagaimana perubahan langit, dan persiapkan diri Anda menghadapi cuaca buruk, jika Anda merasa akan turun hujan pada saat itu alangkah baiknya jika mambawa jas hujan serta pelindung perangkat fotografi Anda. Sempatkan untuk melihat prakiraan cuaca di televisi siapa tahu Anda bisa memotret di jalanan setelah hujan reda.
Fotografi Cityscapes di malam hari bisa menjadi suatu pengalaman yang menarik dan tentunya akan melatih kreativitas serta membantu menemukan gaya fotografi Anda sendiri. Cahaya serta bayangan memiliki perilaku berbeda pada saat tidak ada cahaya matahari. Cahaya-cahaya tersebut menghasilkan perubahan warna tone serta expresi yang memiliki karakter unik. Coba perhatikan bayangan yang tercipta di kolam taman kota dan di sudut-sudut bangunan pencakar langit. Bagi seorang fotografer yang ingin melakukan aktivitas fotografi cityscapes di malam hari adalah tetap utamakan keselamatan, setelah itu bukalah mata untuk berimajinasi, temukan dan ambil foto-foto low-light yang bagus, cobalah hal-hal yang baru, jangan selalu mengikuti aturan fotografi, bersenang-senanglah!
05.23 Smartvone
Teknik Fotografi - Ide pemotretan di malam hari bisa menjadi hal yang sedikit rumit bagi seorang fotografer pemula, tetapi bagaimanapun juga dunia fotografi adalah seni, karya serta sebuah teknologi yang sepenuhnya berhubungan dengan cahaya. Apapun itu bentuk fotografinya, entah itu film atau digital tidak menjadi masalah, yang pasti adalah Kita membutuhkan cahaya untuk membuat sebuah foto.

nightscapes-cityscapes
Malam hari adalah suatu kondisi waktu dimana tidak ada sama sekali cahaya matahari, dan bagi kebanyakan orang berpikir itu adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan aktivitas fotografi. Dalam pengartian yang lebih luas, pemahaman intuitif serta tingkat kepentingan cahaya mutlak harus ada di dalam fotografi. Bagi fotografer, malam bisa menjadi sebuah tantangan bagi mereka, karena pada waktu itu lah seorang fotografer tidak menemui berkas-berkas cahaya yang indah turun dari langit yang terpantul ke seluruh penjuru detail subyek dan semuanya bisa menjadikan sebuah foto bisa tampak sangat menarik. Menantang bukan berarti tidak mungkin, fotografi malam hari tidak saja tidak mungkin, tetapi akan menjadi sebuah wadah menuangkan kreatifitas serta bisa membantu Anda memberikan style pada hasil kerja fotografi Anda.

Malam Hari

Luangkan sedikit waktu Anda ketika malam hari tiba, pergi keluar nikmati remang-remang yang ada setelah matahari tenggelam. Latih mata Anda dengan mengobservasi lingkungan sekitar, temukan semua perbedaan antara siang hari dan malam hari, semua hal yang benar-benar unik anda temuakan di malam hari. Perhatikan bagaimana bayangan tercipta di kolam-kolam taman kota, bagaimana warna-warni termutasi serta bercampur baur dengan lampu taman serta lampu jalanan. Rasakan nuansa malam hari, seberapa besar cahaya malam hari bisa merubah penampilan sebuah pohon besar, atau mobil yang sedang di parkir di ujung jalan, yang biasanya tampak begitu membosankan dan ketika malam hari akan tampak berkilauan di bawah sinar rembulan.

Kota di Malam Hari

nightscapes-cityscapes
Pemandangan perkotaan pada waktu malam hari bisa menjadi wadah menggali kreatifitas bagi seorang fotografer. Tidak ada cahaya matahari sama sekali, tetapi terdapat begitu banyak titik-titik sumber cahaya dengan kualitas tone cahaya yang unik dari berbagai arah. InFotografi.com akan mencoba berbagi pengalaman ketika melakukan kegiatan fotografi di malam hari ke dalam beberapa rekomendasi di bawah ini, dengan membaca artikel ini secara penuh, harapan kami Anda mampu untuk menggali kemampuan Anda untuk mengambil foto-foto terbaik Anda.

 

Perangkat fotografi yang tepat

Anda tidak akan bisa memotret keindahan malam hari hanya dengan kamera saku, dimana di dalam sistem kamera tersebut tidak memiliki kendali penuh terhadap fitur-fitur fotografi. Anda akan kesulitan mendapatkan gambar impian Anda jika hanya mengandalkan pemotretan bisa (bidik dan jepret). Untuk memotret di malam hari setidaknya bawa serta perangkat-perangkat di bawah ini beserta Anda:
  • Tripod, kokoh tetapi cukup ringan memudahkan untuk mobilitas.
  • DSLR
  • Remote Shutter Release
  • Lensa wide-angle (Optional), kebanyakan foto dramatis di malam hari dihasilkan oleh lensa wide
  • Lens hood, berfungsi untuk mengurangi flare lensa.

Mungkin timbul pertanyaan pada diri Anda, kenapa tidak ada rekomendasi tentang penggunaan flash? Artikel ini mengasumsikan Anda berada di tengah kota dan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik cukup kecil sekali, dan Anda masih bisa melihat suasana kota dengan intensitas cahaya yang cukup. Keadaaan serta kondisi sebuah kota mungkin bervariasi, jadi jika Anda merasa perlu untuk membawa flash, maka tidak ada salahnya Anda membawanya, toh perangkat fotografi tersebut cukup ringan untuk di bawa bukan? 

 

Kenali dan pahami perangkat fotografi yang Anda bawa

Kemungkinan besar Anda akan menemui kegelapan, tentu saja karena pada saat itu adalah malam hari. Pastikan Anda tahu dan mengerti bagaimana mengoperasikan DSLR di dalam gelap. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pengaturan terlebih dahulu sebelum berangkat dan semuanya siap pada saat pemotretan. Anda juga harus terbiasa dengan bagaimana cara memasang remote shutter release serta tripod. Memang hal tersebut merupakan hal yang sepele serta mudah, tetapi jika di lakukan dalam kegelapan tentunya akan sedkit merepotkan.
Cobalah mengenali karakter lensa serta kamera Anda, bagaimana ketika kamera berinteraksi dengan kondisi cahaya minim. Beberapa kamera mungkin bisa lebih baik melakukan auto-focus ketika berada di cahaya remang. Anda kemungkinan besar harus menggunakan manual-focus untuk mendapatkan hasil terbaik, jika AF terus menerus mencari titik fokus, Anda bisa melakukan cara alternatif dengan mengarahkan kamera ke bulan atau sumber cahaya di kejauhan, biarkan AF memfokuskan pada titik paling jauh, komposisi ulang dan potretlah. Hasil pemotretan DSLR juga bervariasi pada pengaturan ISO tinggi serta long-exposure (tingkat noise). Jika Anda memang bertujuan merekam pergerakan dan ingin menangkapnya dalam freeze-frame maka tentunya Anda akan menggunakan ISO tinggi, dan mungkin juga bukaan lensa yang sangat lebar. Hal yang perlu diingat adalah sebuah tripod bisa menjadi tumpuan DSLR di satu tempat, tetapi tidak efektif untuk merekam pergerakan sebuah subyek.

 

Ketahui apa yang Anda inginkan

Apakah Anda mencari freeze-frame di dalam kegelapan? hal tersebut bisa dikatakan sangat sulit jika berbicara tentang teknologi kamera yang Anda gunakan. Anda akan memerlukan pengaturan ISO yang cukup tinggi serta menggunakan lensa yang cukup cepat (bukaan lebar seperti f/2.8 atau f/1.7). Hasilnya pasti akan memiliki kedalaman fokus yang sempit dan berpotensial sekali memiliki banyak noise. Anda juga akan memerlukan ISO tinggi serta aperture cepat jika mencoba untuk memotret tanpa tripod, mungkin bisa Anda lakukan dengan teknologi pada kamera baru, tetapi bersiaplah melakukan pengurangan noise pada saat mengolah foto-foto tersebut.
Akan berkebalikan jika Anda ingin membuat foto atau gambar berkas cahaya dari mobil yang melewati jalan raya atau menggunakan long-exposures untuk mengambil fenomena cahaya di malam hari. Anda bisa menggunakan ISO rendah (contoh : 100) untuk mengurangi noise dan bukaan kecil (small-aperture) f/8 yang bisa melebarkan depth-of-field. Hal ini berarti shutter akan terbuka lebih lama, membiarkan cahaya lampu-lampu mobil masuk dan mengisi frame dengan lebih detail ke dalam sensor kamera. Yang harus Anda perhatikan adalah, bahwa kebanyakan DSLR memiliki pengaturan shutter otomatis sampai pada 30 detik, jadi jika Anda membutuhkan shutter lebih lama untuk mendapatkan exposure yang tepat maka Anda harus tahu bagaimana menggunakan mode Bulb pada kamera Anda. Bulb merupakan mode kamera dimana shutter-speed ditentukan dari berapa lama Anda menekan tombol shutter-release, dan akan sangat membantu jika Anda menggunakan tripod.
Satu hal yang juga perlu diingat bahwa sejauh ini sensor digital memiliki karakter lebih lama shutter terbuka, maka noise yang tercipta juga akan semakin banyak, hal ini terlepas dari pengaturan ISO di dalam kamera. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa memanfaatkan fitur Noise-Reduction yang ada di dalam kamera Anda. Kebanyakan DSLR secara otomatis melakukan hal ini pada saat pengambilan gambar long-exposures, dan biasanya waktu yang dibutuhkan adalah sama dengan rentang waktu shutter terbuka.

 

Kenali Kota Anda

Setiap kota pasti berbeda, dari tata kota, tempat-tempat menarik, penduduk, semuanya membentuk karakter kota tersebut, dan semua elemen-elemen itu kecuali tata-kota pasti berubah ketika malam hari tiba. Anda seharusnya paling tidak memiliki pengetahuan dan mengenal tentang kota yang akan Anda potret di malam hari, Atau bisa juga Anda membawa serta teman atau seseorang yang lebih mengenal kota tersebut. Kota-kota besar selalu menawarkan peluang besar untuk melakukan pemotretan arsitektural yang artistik. Kota besar juga bisa menjadi berbahaya di malam hari, khususnya bagi seorang fotografer yang berkalung kamera berharga jutaan rupiah.
Kenali Kota Anda untuk alasan keamanan, sebelum Anda turun ke jalan dengan kamera menggelantung di leher. Cobalah berjalan keliling kota di siang hari! kenali jalanan serta di mana tempat-tempat seperti taman, patung, monumen yang membuat Anda tertarik. Pergilah juga keluar di malam hari tanpa kamera, dan kenali bagaimana semuanya terlihat di malam hari.
Tetap waspada dan bukalah mata Anda, perhatikan keadaan sekitar dan berjalanlah dengan rasa percaya diri, jangan sampai Anda terlihat seperti seorang turis yang sedang memotret. Memotretlah secara berkelompok jika itu memungkinkan, atau setidaknya pergilah bersama seorang teman yang bisa melihat apa yang terjadi di belakang Anda.
nightscapes-cityscapes
Anda juga bisa melakukan aktivitas Nightscapes ini pada saat semua penduduk kota terlelap. Seperti pada saat sebelum subuh di hari Minggu sekitar pukul 3:30 atau 4:00, kafe-kafe pinggir jalan sudah tutup, kondisi malam hari masih sama gelapnya, dan cahaya lampu juga masih dengan kualitas yang sama kecuali hal ini tidak berlaku jika Anda memang bertujuan memotret kehidupan malam di sepanjang jalanan kota. Memotret pada saat subuh juga akan memberikan sensasi perubahan warna dari langit yang hitam perlahan-lahan berubah menjadi kemerahan seiring dengan terbitnya matahari, dan pada akhirnya Anda akan mendapatkan "magic-hour" yang berasal dari matahari itu sendiri.

 

Kenali Cuaca

Pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya dalam nightscape photography adalah cuaca. Percaya atau tidak pemandangan kota di malam hari akan terasa menakjubkan setelah hujan deras dan menyebabkan jalanan basah yang berkilauan memantulkan cahaya lampu kota, tetapi hujan yang turun dengan derasnya pada saat Anda memotret akan menjadi kejadian yang menjengkelkan. Anda juga perlu memperhatikan bagaimana perubahan langit, dan persiapkan diri Anda menghadapi cuaca buruk, jika Anda merasa akan turun hujan pada saat itu alangkah baiknya jika mambawa jas hujan serta pelindung perangkat fotografi Anda. Sempatkan untuk melihat prakiraan cuaca di televisi siapa tahu Anda bisa memotret di jalanan setelah hujan reda.
Fotografi Cityscapes di malam hari bisa menjadi suatu pengalaman yang menarik dan tentunya akan melatih kreativitas serta membantu menemukan gaya fotografi Anda sendiri. Cahaya serta bayangan memiliki perilaku berbeda pada saat tidak ada cahaya matahari. Cahaya-cahaya tersebut menghasilkan perubahan warna tone serta expresi yang memiliki karakter unik. Coba perhatikan bayangan yang tercipta di kolam taman kota dan di sudut-sudut bangunan pencakar langit. Bagi seorang fotografer yang ingin melakukan aktivitas fotografi cityscapes di malam hari adalah tetap utamakan keselamatan, setelah itu bukalah mata untuk berimajinasi, temukan dan ambil foto-foto low-light yang bagus, cobalah hal-hal yang baru, jangan selalu mengikuti aturan fotografi, bersenang-senanglah!

Selasa, 30 Juli 2013

Fotografer Pemula - Sebagai seorang fotografer pemula atau baru belajar tentang dunia fotografi, artikel kali ini cocok untuk dibaca. Kami akan mengulas beberapa gagasan yang bisa membantu kalian dalam proses menjadi seorang fotografer.
Fotografer Pemula
Copyright: Danakore

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.
06.39 Smartvone

Fotografer Pemula - Sebagai seorang fotografer pemula atau baru belajar tentang dunia fotografi, artikel kali ini cocok untuk dibaca. Kami akan mengulas beberapa gagasan yang bisa membantu kalian dalam proses menjadi seorang fotografer.
Fotografer Pemula
Copyright: Danakore

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.


Tips Fotografi - Kamera DSLR memungkinkan seseorang untuk mengambil banyak foto-foto sesuai dengan kreatifitas mereka, tetapi untuk mengerti serta memahami pengaturan kamera pasti membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. Percaya atau tidak jika sobat ingin sekali segera menghasilkan foto yang bagus, hal ini mungkin akan membuat frustasi, tetapi bagaimanapun juga, satu-satunya cara adalah memastikan kamera kalian diatur dengan benar guna menghasilkan foto-foto seperti yang Sobat inginkan.
Setting kamera digital



Quality Control

Apakah Sobat pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah Sobat lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir
Ketika membicarakan White Balance, Sobat bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika Sobat telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy

Key Control

Aperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.

Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika Sobat memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka Sobat harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.
Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.
Setting Kamera Digital

Pengaturan Mode Exposure yang Tepat

Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.
Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?

Gunakan Metering yang Tepat

Mode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.

Pengaturan AF dan Mode Drive

Kamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.
Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.

Memanfaatkan Layar LCD.

Layar LCD bisa membuat kita memberikan salah penilain exposure jika kita tidak mengatur tingkat kecerahannya secara benar. Biasakan untuk mereview exposure sebuah foto menggunakan histogram atau tone chart. Sebuah grafik histogram yang cenderung memuncak di sisi kiri menandakan foto tersebut under-exposure, memuncak di sebelah kanan menandakan over-exposure.
06.39 Smartvone


Tips Fotografi - Kamera DSLR memungkinkan seseorang untuk mengambil banyak foto-foto sesuai dengan kreatifitas mereka, tetapi untuk mengerti serta memahami pengaturan kamera pasti membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. Percaya atau tidak jika sobat ingin sekali segera menghasilkan foto yang bagus, hal ini mungkin akan membuat frustasi, tetapi bagaimanapun juga, satu-satunya cara adalah memastikan kamera kalian diatur dengan benar guna menghasilkan foto-foto seperti yang Sobat inginkan.
Setting kamera digital



Quality Control

Apakah Sobat pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah Sobat lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir
Ketika membicarakan White Balance, Sobat bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika Sobat telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy

Key Control

Aperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.

Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika Sobat memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka Sobat harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.
Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.
Setting Kamera Digital

Pengaturan Mode Exposure yang Tepat

Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.
Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?

Gunakan Metering yang Tepat

Mode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.

Pengaturan AF dan Mode Drive

Kamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.
Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.

Memanfaatkan Layar LCD.

Layar LCD bisa membuat kita memberikan salah penilain exposure jika kita tidak mengatur tingkat kecerahannya secara benar. Biasakan untuk mereview exposure sebuah foto menggunakan histogram atau tone chart. Sebuah grafik histogram yang cenderung memuncak di sisi kiri menandakan foto tersebut under-exposure, memuncak di sebelah kanan menandakan over-exposure.

Tips Fotografi - Beberapa minggu yang lalu sebuah foto bunga Lily terpilih menjadi "Photo Of The Week" InFotografi, mungkin dari situ muncul sebuah pemikiran, bunga merupakan sebuah subyek foto yang sudah diciptakan dengan keindahan, bagaimanapun cara memotretnya, bunga selalu bisa mencuri perhatian kita. Bagaimanapun juga fotografi merupakan sebua media komunikasi visual yang menyampaikan pemikiran seorang fotografer, menyampaikan pesan serta cerita dengan sentuhan pengambilan gambar. Artikel ini akan mengulas dan merangkum tips dan trik bagaimana memotret tentang keindahan bunga yang sering kita temui di keseharian.

Memotret Bunga

Kuncinya Adalah Persiapan

Membawa semua perangkat fotografi dan mengombinasikan dengan tepat, memilih lensa yang pas, menata tripod lalu bersiap untuk memotret. Dalam tahap ini berhentilah sejenak dan cobalah sedikit eksplorasi sebelum menekan tombol shutter. Tanyakan pada diri sobat beberapa pertanyaan dibawah ini:
  • Bagaimana nanti Sobat melakukan Crop-ing, Close-up atau mengambilnya menggunakan wide-angle?
  • Apa yang menjadi Focal Point atau Point of Interest? Serangga, Serbuk sari, warna, tekstur, bentuk, dan lain-lain.
  • Untuk mendapaktan prespektif yang bagus, angle apa yang akan digunakan?
  • Seberapa lebar Depth of Field yang Sobat inginkan?
  • Apakah subyek foto mendapatkan cahaya yang cukup?
  • Bunga mana yang cocok menjadi spesimen foto kalian?
  • Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?
  • Format apa yang tepat untuk pemotretan? (vertikal atau horisontal)?





-->




Menonjolkan Subyek

Salah satu pertanyaan diatas yang dikatakan perlu untuk dipertimbangkan adalah 'Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?'. Seperti yang kita ketahui, taman merupakan tempat yang dipenuhi dengan banyak benda yang berpotensi mengganggu foto kita. Benda-benda tersebut bisa berupa alat-alat berkebun, pagar, bunga-bunga lain, tali jemuran, dan lain-lain. Sobat harus benar-benar mempertimbangkan, apakah akan menyertakan benda-benda tersebut di dalam foto atau tidak. Pilihan selalu saja ada, tetapi pada kebanyakan kasus, Sobat mungkin akan ingin menyingkirkan benda-benda itu kecuali mereka bisa memberi kesan tersendiri di dalam foto kalian. Ada beberapa pilihan cara yang bisa sobat lakukan untuk menyingkirkan benda-benda tersebut jika kalian tidak menginginkannya masuk di dalam foto:
  • Pindahkan benda-benda tersebut - Beberapa benda yang menganggu bisa dengan mudah dipindahkan sehinga tidak masuk dalam frame kalian.
  • Berpindah posisi memotret - Sobat bisa mencari angle lain dan mendapatkan background yang memiliki sedikit distraction.
  • Gunakan aperture untuk mendapatkan Depth of Field sempit - Seperti yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya tentang aperture, jika sobat memilih aperture lebar (bilangan kecil), maka berarti sobat menurunkan Depth of Field. Dengan melakukan hal ini maka akan membuat elemen di FG dan BG lebih tidak fokus.
  • Pindahkan subyek foto - Mungkin beberapa dari kita memang tidak suka untuk mengintervensi lokasi pemotretan, tetapi bahkan fotografer profesional pun kadang memindahkan bunga ke lokasi baru yang jauh dari distraction untuk pemotretan. Sobat bisa meminta tolong seseorang untuk memegangi batang dengan sudut yang berbeda atau bahkan mengambil bunga tersebut dan memotretnya di tempat lain.

Jangan Mengacuhkan Bunga yang layu atau Mati

Terkadang bunga yang mati atau layu bisa menghadirkan nuansa subyek yang indah, sedangkan bunga yang indah dan terkembang sempurna biasanya selalu menarik perhatian setiap orang untuk memotretnya dan tidak memperhatikan bunga layu yang bisa lebih dramatis dalam sebuah foto.

Tentukan Focal Point

Seperti dalam semua jenis dan bidang fotografi, tentunya Sobat harus berpikir dan menentukan dimana anda akan membawa mata penikmat foto kalian. Anda bisa meletakkan di tengah-tengah frame dengan menggunakan aturan Rule of Thirds, tetapi temukan sesuatu dalam frame yang bisa menarik perhatian mata penikmat foto kalian dan berhati-hatilah mengenai posisi peletakannya.

Mencoba Abstrak

Terkadang memotret dengan close-up dan memfokuskan pada satu bagian bunga bisa menciptakan foto yang memiliki 'WOW' faktor serta foto yang terkesan abstrak. Perhatikan kontras warna, pola, serta tekstur.

Fokus

Fokus yang tajam merupakan hal yang penting dalam semua jenis fotografi, tetapi dalam fotografi makro, bunga bukanlah merupakan suatu hal yang krusial dan dengan sedikit penyesuaian akan memberikan dampak implikasi yang besar ketika memotret dengan depth-of-field sempit. Depth of Field dalam fotografi makro merupakan permainan ukuran milimeter, jadi berikan perhatian lebih pada detil fokus terhadap subyek foto kalian.
Identifikasikan Point of Interest yang ingin kalian fokuskan dan kemudian berusahalah dengan keras untuk mendapatkan fotonya setajam mungkin. Pada kondisi pemotretan di luar ruangan yang berangin mungkin akan menjadi tantangan tersendiri, dimana Sobat kemungkinan akan menghadapi kondisi memotret berulang kali dan berharap keberuntungan menjadi faktor keberhasilan dalam memotret bunga tersebut. Sobat bisa meningkatkan derajat keberuntungan itu dengan memotret bunga di lingkungan yang lebih terkendali seperti membawa bunga ke dalam studio foto, melindunginya dari angin atau memotret pada saat hari dimana angin tidak berhembus kencang.

Pencahayaan

Subyek foto tentunya akan memiliki pencahayaan yang bagus tanpa Anda harus bersusah payah memberikan penerangan tambahan, namun dunia fotografi makro di luar ruangan seringkali jauh dari harapan kita, dan tentunya akan butuh penerangan tambahan (cahaya buatan) atau semacam reflektor. Bereksperimenlah dengan menggunakan flash. Cahaya flash secara langsung ke subyek akan menyebabkan foto sedikit wash-out, jadi pertimbangkan untuk menggunakan flash difusser atau memantulkan cahaya flash ke obyek lain. Cahaya flash yang halus dan tidak mengena subyek secara langsung biasanya akan terasa lebih alami.
Reflektor bisa menjadi perangkat sederhana dalam memotret keindahan bunga, karena mereka bisa memberikan cahaya yang halus serta alami kepada subyek foto kalian. bereksperimenlah menggunakan reflektor dengan warna yang berbeda dan lihatlah bagaimana dampak yang terjadi pada hasil foto kalian.

Lensa

Kamera saku - Jika Sobat menggunakan kamera saku dalam memotret bunga dan tidak memiliki fitur penggantian lensa maka bisa dipastikan kalian tidak memiliki banyak pilihan. Anda mungkin hanya bisa menggunakan fitur mode makro (memperbolehkan untuk fokus lebih dekat lagi dengan subyek dan menggunakan aperture lebar dan Depth of Field sempit) yang sudah ada pada kamera tersebut. Coba periksa kamera saku kalian, beberapa kamera saku sudah dilengkapi dengan fitur mode makro.
DSLR - Jika sobat sudah memiliki kamera yang memungkinkan untuk penggantian lensa seperti kamera DSLR atau prosumer, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli lensa makro, kebanyakan pabrik kamera yang besar menawarkan beberapa varian lensa ini, 50mm, 60mm, 100mm, 180mm, dan lain-lain. Setiap lensa memiliki spesifikasi serta kelebihan tersendiri (lakukan riset sebelum membeli lensa ini). Focal Length yang pendek berarti Anda harus secara fisik lebih mendekat pada subyek foto, dan sementara focal length panjang memungkinkan kalian untuk memotret dari jarak yang lebih jauh.
06.37 Smartvone

Tips Fotografi - Beberapa minggu yang lalu sebuah foto bunga Lily terpilih menjadi "Photo Of The Week" InFotografi, mungkin dari situ muncul sebuah pemikiran, bunga merupakan sebuah subyek foto yang sudah diciptakan dengan keindahan, bagaimanapun cara memotretnya, bunga selalu bisa mencuri perhatian kita. Bagaimanapun juga fotografi merupakan sebua media komunikasi visual yang menyampaikan pemikiran seorang fotografer, menyampaikan pesan serta cerita dengan sentuhan pengambilan gambar. Artikel ini akan mengulas dan merangkum tips dan trik bagaimana memotret tentang keindahan bunga yang sering kita temui di keseharian.

Memotret Bunga

Kuncinya Adalah Persiapan

Membawa semua perangkat fotografi dan mengombinasikan dengan tepat, memilih lensa yang pas, menata tripod lalu bersiap untuk memotret. Dalam tahap ini berhentilah sejenak dan cobalah sedikit eksplorasi sebelum menekan tombol shutter. Tanyakan pada diri sobat beberapa pertanyaan dibawah ini:
  • Bagaimana nanti Sobat melakukan Crop-ing, Close-up atau mengambilnya menggunakan wide-angle?
  • Apa yang menjadi Focal Point atau Point of Interest? Serangga, Serbuk sari, warna, tekstur, bentuk, dan lain-lain.
  • Untuk mendapaktan prespektif yang bagus, angle apa yang akan digunakan?
  • Seberapa lebar Depth of Field yang Sobat inginkan?
  • Apakah subyek foto mendapatkan cahaya yang cukup?
  • Bunga mana yang cocok menjadi spesimen foto kalian?
  • Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?
  • Format apa yang tepat untuk pemotretan? (vertikal atau horisontal)?





-->




Menonjolkan Subyek

Salah satu pertanyaan diatas yang dikatakan perlu untuk dipertimbangkan adalah 'Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?'. Seperti yang kita ketahui, taman merupakan tempat yang dipenuhi dengan banyak benda yang berpotensi mengganggu foto kita. Benda-benda tersebut bisa berupa alat-alat berkebun, pagar, bunga-bunga lain, tali jemuran, dan lain-lain. Sobat harus benar-benar mempertimbangkan, apakah akan menyertakan benda-benda tersebut di dalam foto atau tidak. Pilihan selalu saja ada, tetapi pada kebanyakan kasus, Sobat mungkin akan ingin menyingkirkan benda-benda itu kecuali mereka bisa memberi kesan tersendiri di dalam foto kalian. Ada beberapa pilihan cara yang bisa sobat lakukan untuk menyingkirkan benda-benda tersebut jika kalian tidak menginginkannya masuk di dalam foto:
  • Pindahkan benda-benda tersebut - Beberapa benda yang menganggu bisa dengan mudah dipindahkan sehinga tidak masuk dalam frame kalian.
  • Berpindah posisi memotret - Sobat bisa mencari angle lain dan mendapatkan background yang memiliki sedikit distraction.
  • Gunakan aperture untuk mendapatkan Depth of Field sempit - Seperti yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya tentang aperture, jika sobat memilih aperture lebar (bilangan kecil), maka berarti sobat menurunkan Depth of Field. Dengan melakukan hal ini maka akan membuat elemen di FG dan BG lebih tidak fokus.
  • Pindahkan subyek foto - Mungkin beberapa dari kita memang tidak suka untuk mengintervensi lokasi pemotretan, tetapi bahkan fotografer profesional pun kadang memindahkan bunga ke lokasi baru yang jauh dari distraction untuk pemotretan. Sobat bisa meminta tolong seseorang untuk memegangi batang dengan sudut yang berbeda atau bahkan mengambil bunga tersebut dan memotretnya di tempat lain.

Jangan Mengacuhkan Bunga yang layu atau Mati

Terkadang bunga yang mati atau layu bisa menghadirkan nuansa subyek yang indah, sedangkan bunga yang indah dan terkembang sempurna biasanya selalu menarik perhatian setiap orang untuk memotretnya dan tidak memperhatikan bunga layu yang bisa lebih dramatis dalam sebuah foto.

Tentukan Focal Point

Seperti dalam semua jenis dan bidang fotografi, tentunya Sobat harus berpikir dan menentukan dimana anda akan membawa mata penikmat foto kalian. Anda bisa meletakkan di tengah-tengah frame dengan menggunakan aturan Rule of Thirds, tetapi temukan sesuatu dalam frame yang bisa menarik perhatian mata penikmat foto kalian dan berhati-hatilah mengenai posisi peletakannya.

Mencoba Abstrak

Terkadang memotret dengan close-up dan memfokuskan pada satu bagian bunga bisa menciptakan foto yang memiliki 'WOW' faktor serta foto yang terkesan abstrak. Perhatikan kontras warna, pola, serta tekstur.

Fokus

Fokus yang tajam merupakan hal yang penting dalam semua jenis fotografi, tetapi dalam fotografi makro, bunga bukanlah merupakan suatu hal yang krusial dan dengan sedikit penyesuaian akan memberikan dampak implikasi yang besar ketika memotret dengan depth-of-field sempit. Depth of Field dalam fotografi makro merupakan permainan ukuran milimeter, jadi berikan perhatian lebih pada detil fokus terhadap subyek foto kalian.
Identifikasikan Point of Interest yang ingin kalian fokuskan dan kemudian berusahalah dengan keras untuk mendapatkan fotonya setajam mungkin. Pada kondisi pemotretan di luar ruangan yang berangin mungkin akan menjadi tantangan tersendiri, dimana Sobat kemungkinan akan menghadapi kondisi memotret berulang kali dan berharap keberuntungan menjadi faktor keberhasilan dalam memotret bunga tersebut. Sobat bisa meningkatkan derajat keberuntungan itu dengan memotret bunga di lingkungan yang lebih terkendali seperti membawa bunga ke dalam studio foto, melindunginya dari angin atau memotret pada saat hari dimana angin tidak berhembus kencang.

Pencahayaan

Subyek foto tentunya akan memiliki pencahayaan yang bagus tanpa Anda harus bersusah payah memberikan penerangan tambahan, namun dunia fotografi makro di luar ruangan seringkali jauh dari harapan kita, dan tentunya akan butuh penerangan tambahan (cahaya buatan) atau semacam reflektor. Bereksperimenlah dengan menggunakan flash. Cahaya flash secara langsung ke subyek akan menyebabkan foto sedikit wash-out, jadi pertimbangkan untuk menggunakan flash difusser atau memantulkan cahaya flash ke obyek lain. Cahaya flash yang halus dan tidak mengena subyek secara langsung biasanya akan terasa lebih alami.
Reflektor bisa menjadi perangkat sederhana dalam memotret keindahan bunga, karena mereka bisa memberikan cahaya yang halus serta alami kepada subyek foto kalian. bereksperimenlah menggunakan reflektor dengan warna yang berbeda dan lihatlah bagaimana dampak yang terjadi pada hasil foto kalian.

Lensa

Kamera saku - Jika Sobat menggunakan kamera saku dalam memotret bunga dan tidak memiliki fitur penggantian lensa maka bisa dipastikan kalian tidak memiliki banyak pilihan. Anda mungkin hanya bisa menggunakan fitur mode makro (memperbolehkan untuk fokus lebih dekat lagi dengan subyek dan menggunakan aperture lebar dan Depth of Field sempit) yang sudah ada pada kamera tersebut. Coba periksa kamera saku kalian, beberapa kamera saku sudah dilengkapi dengan fitur mode makro.
DSLR - Jika sobat sudah memiliki kamera yang memungkinkan untuk penggantian lensa seperti kamera DSLR atau prosumer, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli lensa makro, kebanyakan pabrik kamera yang besar menawarkan beberapa varian lensa ini, 50mm, 60mm, 100mm, 180mm, dan lain-lain. Setiap lensa memiliki spesifikasi serta kelebihan tersendiri (lakukan riset sebelum membeli lensa ini). Focal Length yang pendek berarti Anda harus secara fisik lebih mendekat pada subyek foto, dan sementara focal length panjang memungkinkan kalian untuk memotret dari jarak yang lebih jauh.


Teknik Fotografi - Lensa merupakan salah satu bagian paling penting pada peralatan kamera yang Sobat miliki. Sebuah lensa yang baik  dan terawat pastinya akan bertahan lama dan umurnya akan melebihi bodi kamera, itu sebabnya beberapa pendapat menghimbau agar berinvestasilah pada lensa, dan bukan pada bodi kamera. Bahkan Sobat pasti telah banyak menemui artikel-artikel yang menulis tentang lensa mana yang harus Sobat beli di dalam dunia fotografi.

Just Kit Lens

Seperti kebanyakan fotografer, ketika Sobat pertama kali membeli kamera yang 'sesungguhnya' (kamera yang bisa diganti lensa) tentunya akan mendapatkan satu lensa kit bawaan (Lensa Canon EF-S 18-55mm IS II). Kebanyakan lensa kit tidaklah mahal. Hal ini bisa dimengerti karena produsen juga mempertimbangkan harga sebuah set kamera yang beredar di pasaran, bagaimana produk mereka bisa bersaing dengan produk-produk lain dengan mem-bundling sebuah kamera yang jauh dari kata mahal. Sobat pasti memulai dunia fotografi dengan menggunakan lensa kit, dan tentunya sobat bisa membeli lensa yang memiliki kualitas yang lebih bagus ketika Sobat sudah berkembang dalam dunia fotografi kalian.
Jika Sobat hanya memiliki sebuah lensa kit, apakah menurut kalian berarti harus belanja lensa yang lebih bagus saat ini juga? menurut kami tidak harus! Tak peduli apa yang dikatakan oleh orang lain, atau seberapa besar keinginan Sobat terhadap lensa-lensa mahal tersebut! Lensa kit yang Sobat miliki adalah perangkat yang tepat untuk memulai menciptakan style fotografi kalian. Jika Sobat dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan membeli lensa lain, atau Sobat masih belum tahu lensa apa yang akan dibeli, jangan bingung. Kalian akan terkejut atas apa yang bisa dilakukan serta dihasilkan oleh lensa kit, tentunya setelah Sobat tahu dan mengerti bagaimana memaksimalkan lensa tersebut.

Tidak percaya pernyataan diatas? coba lihat foto-foto para fotografer infotografi.com di halaman google+ ini. Foto-foto tersebut diambil dengan menggunakan lensa kit nikon Nikon 18-55mm f/3.5 - 5.6G dan kamera D70s. Hal yang sama juga dialami banyak fotografer, pada saat awal menekuni dunia fotografi dan tidak tahu lensa apa yang harus dibeli, mereka memutuskan untuk tetap memakai lensa kit mereka dan mencoba meng-eksplorasi apa yang bisa dilakukan oleh lensa tersebut, dan Sobat bisa melihat sendiri, tidak mengecewakan bukan?
Memang Sobat akan segera menyadari bahwa lensa kit bukan lah lensa yang bagus, terutama untuk sebuah publikasi foto di khalayak ramai, tetapi poin yang ingin kami sampaikan adalah, lensa kit cukup bagus untuk memulai dunia fotografi kalian.

 

Memaksimalkan Lensa Kit

Jadi, bagaimana kalian menghasilkan foto terbaik dari lensa kit yang Sobat miliki? Pendekatan paling bagus adalah dengan membangun pola pikir bahwa Sobat memiliki dua lensa dalam satu lensa kit tersebut. Jika Sobat memiliki lensa kit tipikal seperti 18-55mm, maka berlakukan lensa tersebut sebagai lensa 18mm dan 55mm yang tergabung menjadi Satu. ukuran focal lenth 18mm bisa dikatakan adalah moderat wide-angle yang bagus untuk foto landscape, arsitektur, serta environment. 55mm adalah lensa tele pendek yang ideal untuk mengkompresi prespektif dan mengambil foto potret atau detail
Pernyataan diatas tidak berarti lalu Sobat tidak bisa menggunakan focal length yang beradara diantara 18 dan 55mm, ada banyak kesempatan dimana kalian harus menggunakan ukuran focal length tersebut, tetapi dengan tetap bertahan pada dua ukuran tersebut (focal length terpendek dan terpanjang) kalian akan belajar bagaimana perilaku ukuran focal length tersebut. Lensa merupakan 'mata' dari sistem kamera, dan foto-foto kalian akan mengalami peningkatan seiring sobat belajar tentang karakter dari setiap focal length.
Beberapa lensa kit juga memiliki fitur lain yang sangat berguna. Pada Canon sering disebut dengan Image Stabiliser (IS) dan di Nikon adalah Vibration Reduction (VR) Namun beberapa kamera sudah memiliki fitur ini di dalam bodi kamera itu sendiri. Fitur Image Stabiliser memungkinkan Sobat untuk memotret pada shutter-speed yang rendah, secara teori Anda akan bisa memotret tanpa tripod atau penyanggah pada focal length 18mm dan menghasilkan foto tanpa getaran pada shutter-speed 1/4 atau bahkan 1/2 detik. Fitur ini akan sangat bermanfaat pada saat memotret di low-light atau cahaya minim dan tentunya akan sangat memudahkan memotret di siang dan malam hari.

Peran lensa kit sebagai wide-Angle

Memksimalkan Lensa Kit

Memksimalkan Lensa Kit
Foto diatas diambil dengan menggunakan lensa kit yang berpersan sebagai lensa wide.

Peran Lensa Kit Sebagai Tele Pendek

Memksimalkan Lensa Kit
Foto-foto tersbut di ambil pada focal length 55mm, 

Kekurangan Lensa Kit

Lensa kit yang Sobat miliki mungkin merupakan lensa yang lebih baik daripada yang Sobat pikir, tetapi masih tetap bukan lensa yang bagus dan pastinya memiliki beberapa kekurangan serta kelemahan. Setelah beberapa lama Sobat menggunakan lensa kit, pastinya akan menemui beberapa keterbatasan. bukan hal yang mutlak buruk, ini pertanda bahwa Sobat telah pada tahap dimana Anda memang butuh lensa lain untuk menghasilkan foto yang lebih baik pula. Berikut adalah beberapa keterbatasan dari lensa kit:
Focal Length: Sobat akan merasa bahwa 18mm pada lensa kit kalian tidak terasa cukup lebar, tentunya Sobat butuh focal length yang lebih pendek sehingga bisa menghasilkan foto yang lebih dramatis. Pada kondisi ini, Kalian bisa mulai mempertimbangkan untuk membeli lensa wide-angel baru.
Dilain sisi, jika Sobat merasa focal length 55mm tidak memberikan jarak yang kalian inginkan pada subyek foto, maka Sobat memang membutuhkan sebuah lensa telephoto. Biasanya akan kalian alami jika sobat suka memotret wildlife atau sport.
Autofocus: Autofocus pada lensa kit cenderung lambat dan sedikir berisik dibandingkan lensa-lensa yang lebih mahal, jika performa dari autofocus lensa kit menghambat kalian, mungkin sudah waktunya melakukan upgrade.
Aperture: Lensa kit merupakan lensa yang 'lambat'. Lensa ini tidak memiliki aperture maksimal yang lebar. Alasan sebenarnya sih sederhana: Semakin lebar aperture maksimal maka semakin besar pula bodi lensa, dan ini akan menyebabkan lebih banyak lagi kebutuhan lensa, dan hal itu berarti juga memperbesar ongkos produksi. Lensa kit kebanyakan memiliki lebar maksimal yang terbilang kecil untuk menekan harga dipasaran.
Memksimalkan Lensa Kit
Aperture maksimal pada focal length 55mm di kebanyakan lensa kit adalah f5.6, jika dirasa kurang lebar, Sobat bisa membeli sebuah lensa zoom yang meng-kover focal length yang sama dengan maksimum aperture f4 atau f2.8 atau bisa juga lensa prime / fix 50mm dengan aperture maksimal f1.8 atau lebih. Aperture yang lebih lebar pada lensa ini benar-benar akan membantu sobat untuk memotret dalam kondisi pencahayaan yang rendah atau berkreasi dengan depth-of-field yang sempit.
Kualitas Bodi Lensa: Jika Sobat ingin menguji ketahanan badan lensa atau memotret di kondisi cuaca yang buruk, maka pastinya Sobat akan memerlukan lensa yang dibangun dengan lebih baik dibandingkan lensa kit. Lensa yang lebih mahal biasanya memiliki bodi serta mounting yang terbuat dari logam dan bisa digunakan di cuaca buruk (hujan, salju).
06.36 Smartvone


Teknik Fotografi - Lensa merupakan salah satu bagian paling penting pada peralatan kamera yang Sobat miliki. Sebuah lensa yang baik  dan terawat pastinya akan bertahan lama dan umurnya akan melebihi bodi kamera, itu sebabnya beberapa pendapat menghimbau agar berinvestasilah pada lensa, dan bukan pada bodi kamera. Bahkan Sobat pasti telah banyak menemui artikel-artikel yang menulis tentang lensa mana yang harus Sobat beli di dalam dunia fotografi.

Just Kit Lens

Seperti kebanyakan fotografer, ketika Sobat pertama kali membeli kamera yang 'sesungguhnya' (kamera yang bisa diganti lensa) tentunya akan mendapatkan satu lensa kit bawaan (Lensa Canon EF-S 18-55mm IS II). Kebanyakan lensa kit tidaklah mahal. Hal ini bisa dimengerti karena produsen juga mempertimbangkan harga sebuah set kamera yang beredar di pasaran, bagaimana produk mereka bisa bersaing dengan produk-produk lain dengan mem-bundling sebuah kamera yang jauh dari kata mahal. Sobat pasti memulai dunia fotografi dengan menggunakan lensa kit, dan tentunya sobat bisa membeli lensa yang memiliki kualitas yang lebih bagus ketika Sobat sudah berkembang dalam dunia fotografi kalian.
Jika Sobat hanya memiliki sebuah lensa kit, apakah menurut kalian berarti harus belanja lensa yang lebih bagus saat ini juga? menurut kami tidak harus! Tak peduli apa yang dikatakan oleh orang lain, atau seberapa besar keinginan Sobat terhadap lensa-lensa mahal tersebut! Lensa kit yang Sobat miliki adalah perangkat yang tepat untuk memulai menciptakan style fotografi kalian. Jika Sobat dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan membeli lensa lain, atau Sobat masih belum tahu lensa apa yang akan dibeli, jangan bingung. Kalian akan terkejut atas apa yang bisa dilakukan serta dihasilkan oleh lensa kit, tentunya setelah Sobat tahu dan mengerti bagaimana memaksimalkan lensa tersebut.

Tidak percaya pernyataan diatas? coba lihat foto-foto para fotografer infotografi.com di halaman google+ ini. Foto-foto tersebut diambil dengan menggunakan lensa kit nikon Nikon 18-55mm f/3.5 - 5.6G dan kamera D70s. Hal yang sama juga dialami banyak fotografer, pada saat awal menekuni dunia fotografi dan tidak tahu lensa apa yang harus dibeli, mereka memutuskan untuk tetap memakai lensa kit mereka dan mencoba meng-eksplorasi apa yang bisa dilakukan oleh lensa tersebut, dan Sobat bisa melihat sendiri, tidak mengecewakan bukan?
Memang Sobat akan segera menyadari bahwa lensa kit bukan lah lensa yang bagus, terutama untuk sebuah publikasi foto di khalayak ramai, tetapi poin yang ingin kami sampaikan adalah, lensa kit cukup bagus untuk memulai dunia fotografi kalian.

 

Memaksimalkan Lensa Kit

Jadi, bagaimana kalian menghasilkan foto terbaik dari lensa kit yang Sobat miliki? Pendekatan paling bagus adalah dengan membangun pola pikir bahwa Sobat memiliki dua lensa dalam satu lensa kit tersebut. Jika Sobat memiliki lensa kit tipikal seperti 18-55mm, maka berlakukan lensa tersebut sebagai lensa 18mm dan 55mm yang tergabung menjadi Satu. ukuran focal lenth 18mm bisa dikatakan adalah moderat wide-angle yang bagus untuk foto landscape, arsitektur, serta environment. 55mm adalah lensa tele pendek yang ideal untuk mengkompresi prespektif dan mengambil foto potret atau detail
Pernyataan diatas tidak berarti lalu Sobat tidak bisa menggunakan focal length yang beradara diantara 18 dan 55mm, ada banyak kesempatan dimana kalian harus menggunakan ukuran focal length tersebut, tetapi dengan tetap bertahan pada dua ukuran tersebut (focal length terpendek dan terpanjang) kalian akan belajar bagaimana perilaku ukuran focal length tersebut. Lensa merupakan 'mata' dari sistem kamera, dan foto-foto kalian akan mengalami peningkatan seiring sobat belajar tentang karakter dari setiap focal length.
Beberapa lensa kit juga memiliki fitur lain yang sangat berguna. Pada Canon sering disebut dengan Image Stabiliser (IS) dan di Nikon adalah Vibration Reduction (VR) Namun beberapa kamera sudah memiliki fitur ini di dalam bodi kamera itu sendiri. Fitur Image Stabiliser memungkinkan Sobat untuk memotret pada shutter-speed yang rendah, secara teori Anda akan bisa memotret tanpa tripod atau penyanggah pada focal length 18mm dan menghasilkan foto tanpa getaran pada shutter-speed 1/4 atau bahkan 1/2 detik. Fitur ini akan sangat bermanfaat pada saat memotret di low-light atau cahaya minim dan tentunya akan sangat memudahkan memotret di siang dan malam hari.

Peran lensa kit sebagai wide-Angle

Memksimalkan Lensa Kit

Memksimalkan Lensa Kit
Foto diatas diambil dengan menggunakan lensa kit yang berpersan sebagai lensa wide.

Peran Lensa Kit Sebagai Tele Pendek

Memksimalkan Lensa Kit
Foto-foto tersbut di ambil pada focal length 55mm, 

Kekurangan Lensa Kit

Lensa kit yang Sobat miliki mungkin merupakan lensa yang lebih baik daripada yang Sobat pikir, tetapi masih tetap bukan lensa yang bagus dan pastinya memiliki beberapa kekurangan serta kelemahan. Setelah beberapa lama Sobat menggunakan lensa kit, pastinya akan menemui beberapa keterbatasan. bukan hal yang mutlak buruk, ini pertanda bahwa Sobat telah pada tahap dimana Anda memang butuh lensa lain untuk menghasilkan foto yang lebih baik pula. Berikut adalah beberapa keterbatasan dari lensa kit:
Focal Length: Sobat akan merasa bahwa 18mm pada lensa kit kalian tidak terasa cukup lebar, tentunya Sobat butuh focal length yang lebih pendek sehingga bisa menghasilkan foto yang lebih dramatis. Pada kondisi ini, Kalian bisa mulai mempertimbangkan untuk membeli lensa wide-angel baru.
Dilain sisi, jika Sobat merasa focal length 55mm tidak memberikan jarak yang kalian inginkan pada subyek foto, maka Sobat memang membutuhkan sebuah lensa telephoto. Biasanya akan kalian alami jika sobat suka memotret wildlife atau sport.
Autofocus: Autofocus pada lensa kit cenderung lambat dan sedikir berisik dibandingkan lensa-lensa yang lebih mahal, jika performa dari autofocus lensa kit menghambat kalian, mungkin sudah waktunya melakukan upgrade.
Aperture: Lensa kit merupakan lensa yang 'lambat'. Lensa ini tidak memiliki aperture maksimal yang lebar. Alasan sebenarnya sih sederhana: Semakin lebar aperture maksimal maka semakin besar pula bodi lensa, dan ini akan menyebabkan lebih banyak lagi kebutuhan lensa, dan hal itu berarti juga memperbesar ongkos produksi. Lensa kit kebanyakan memiliki lebar maksimal yang terbilang kecil untuk menekan harga dipasaran.
Memksimalkan Lensa Kit
Aperture maksimal pada focal length 55mm di kebanyakan lensa kit adalah f5.6, jika dirasa kurang lebar, Sobat bisa membeli sebuah lensa zoom yang meng-kover focal length yang sama dengan maksimum aperture f4 atau f2.8 atau bisa juga lensa prime / fix 50mm dengan aperture maksimal f1.8 atau lebih. Aperture yang lebih lebar pada lensa ini benar-benar akan membantu sobat untuk memotret dalam kondisi pencahayaan yang rendah atau berkreasi dengan depth-of-field yang sempit.
Kualitas Bodi Lensa: Jika Sobat ingin menguji ketahanan badan lensa atau memotret di kondisi cuaca yang buruk, maka pastinya Sobat akan memerlukan lensa yang dibangun dengan lebih baik dibandingkan lensa kit. Lensa yang lebih mahal biasanya memiliki bodi serta mounting yang terbuat dari logam dan bisa digunakan di cuaca buruk (hujan, salju).